Mengenal Sengon, Pohon yang Dituding Bikin Listrik Mati Sebagian Jawa

Kompas.com - 07/08/2019, 08:12 WIB
Ilustrasi pohon sengon Ilustrasi pohon sengon

KOMPAS.com - Pemadaman listrik (blackout) selama lebih dari tujuh jam dialami sebagian Jawa pada Minggu siang (4/8/2019). Peristiwa ini terutama dirasakan wilayah Jakarta, Jawa Barat dan Banten.

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, pohon sengon diduga menjadi penyebab pemadaman listrik masal itu karena tingginya melebihi batas wajar.

"Kerusakan, diduga sementara adanya pohon yang ketinggiannya melebihi batas ROW (right of way) sehingga mengakibatkan flash atau lompatan listrik," ujar Dedi di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (5/9/2019).

Lantas, seperti apa pohon sengon?

Baca juga: Listrik Padam di Sebagian Wilayah Jawa, Ini 5 Blackout Terburuk Sepanjang Sejarah

Pohon sengon memiliki nama ilmiah Paraserianthes falcataria. Pohon sengon tergolong sebagai pohon peneduh dan penghasil kayu yang tersebar di India, Asia Tenggara, China Selatan, dan Indonesia.

Pohon yang sering menggugurkan daun ini memiliki ukuran sedang hingga tinggi, antara 30-45 meter dengan diameter batang 70-140 sentimeter.

Pohon ini memiliki daun-daun majemuk menyirip berganda, dengan 4–14 pasang sirip, tulang daun utama 10–25 cm, berambut, dengan kelenjar dekat pangkal tangkai daun dan pada pertemuan tulang sirip.

Melansir situs Fakultas Kehutanan IPB, pohon sengon disebut sebagai multipurpose tree species alias jenis tanaman serbaguna di Indonesia.

Pohon ini menjadi bahan yang sangat baik untuk industri karena kecepatan tumbuh yang baik, dapat hidup di berbagai kondisi tanah, serta bahan baku yang baik untuk industri panel kayu dan kayu lapis.

Pohon Sengon ini menjadi sangat penting dalam sistem pertanian agroforestri di beberapa wilayah di Indonesia.

Setelah pasokan kayu dari hutan alam mulai menurun, Sengon menjadi andalan bagi tetap berjalannya industri kayu di Indonesia.

Akhir-akhir ini pula pohon sengon telah berkembang pesat dengan penyebarannya di Indonesia, seperti Sumatera, Jawa, Bali, Flores, dan Maluku.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X