Astronom Pelajari Bintang Langka untuk Ketahui Akhir Kisah Matahari

Kompas.com - 05/08/2019, 09:03 WIB
Ilustrasi matahari NASA/SDO (AIA)Ilustrasi matahari

KOMPAS.com - Matahari tak selamanya menyinari kita. Ada waktunya bintang raksasa di pusat tata surya kita itu akan mati. Lantas bagaimana ketika saat itu tiba?

Para astronom melakukan pengamatan yang terbilang langka terhadap sebuah bintang yang menua dan berada dalam proses menuju kematiannya.

Peneliti pun mengungkap, pengamatan ini setidaknya dapat memberi gambaran tentang nasib Matahari di akhir kehidupannya.

Bintang yang diamati itu dikenal sebagai T Ursae Minoris ( T UMi) yang terletak di konstelasi Ursa Minor, sekitar 3000 tahun cahaya dari Bumi. T UMi mirip dengan Matahari kita, namun lebih tua dan lebih dekat akhir masa hidupnya.

Baca juga: ISS Tertangkap Kamera Melintas di Depan Matahari

Menurut Meridith Joyce, peneliti dari The Australian National University, bintang berusia 1,2 miliar tahun itu telah mengalami serangkaian fase dalam proses kematiannya. Hal tersebut membuat ukuran, kecerahan, serta temperatur menjadi berubah-ubah.

"Produksi energi di T UMi menjadi tidak stabil. Selama fase ini, fusi nuklir meledak jauh di dalam, menyebabkan semacam letusan-letusan yang kita sebut sebagai denyut termal," kata Joyce. Denyut ini menyebabkan perubahan drastis pada ukuran dan kecerahan bintang yang dapat dideteksi selama berabad-abad.

Selanjutnya dalam beberapa ratus ribu tahun ke dapan, peneliti memperkirakan bahwa T UMi akhirnya akan menjadi bintang katai putih, yang telah menghabiskan sebagian besar hidrogen dan heliumnya serta secara bertahap mendingin saat mencapai akhir hidupnya.

Selama tiga dekade terakhir, tim peneliti sendiri telah mengamati denyut tersebut dan memberikan pandangan mengenai proses penuaan bintang.

Baca juga: NASA Segera Luncurkan 2 Misi Baru untuk Pelajari Matahari

"Kami percaya jika T UMi telah memasuki fase terakhir kehidupannya. Ini menjadi peluang langka untuk mengamati secara langsung sebuah bintang menjelang kematiannya," tambah Joyce.

Meskipun belum tentu Matahari kita akan bernasib sama, namun setidaknya yang terjadi pada T UMi tersebut memberikan gambaran mengenai masa depan bintang kita.

Selama ini ada hipotesis saat fase kematian terjadi, Matahari akan berubah menjadi bintang raksasa merah dan menjadi bintang katai putih dalam waktu 5 Miliar tahun dari sekarang.

Peneliti akan terus mengamati evolusi bintang tersebut selama beberapa dekade mendatang. Ini bertujuan untuk melihat langsung dari prediksi mengenai kematian bintang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X