JEO - Sains

Matahari Tepat di Atas Kabah,
Waktunya Cek Ulang Arah Kiblat

Senin, 15 Juli 2019 | 17:56 WIB

Bayangan alat dari sinar matahari yang posisinya sedang di atas Kabah atau sebaliknya di lokasi yang tepat berkebalikan dengan Kabah di bola Bumi, dapat menjadi sarana kalibrasi alias cek ulang arah kiblat. 

UNTUK kali kedua pada tahun ini, matahari tepat berada di atas Kabah, di Makkah, Arab Saudi. Tepatnya, pada Selasa (16/7/2019) siang waktu setempat. 

Dengan posisi matahari ini, umat Islam dapat menggunakannya untuk memeriksa ulang ketepatan arah kiblat untuk shalat sehari-hari. Peristiwa ini terkait upaya penentuan arah kiblat dikenal dengan sebutan Istiwa A'zam.

Situs Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, pada 2019 ada dua waktu matahari akan berada tepat di atas Kabah.

Sayangnya, kedua waktu tersebut terjadi saat wilayah Indonesia yang menggunakan satuan Waktu Indonesia Tengah (Wita) dan Waktu Indonesia Timur (WIT) sudah di rembang petang.

Solusinya, BMKG menyebut ada dua waktu lain yang juga bisa dipakai untuk melakukan kalibrasi arah kiblat, menggunakan waktu matahari di atas lokasi yang tepat berada di posisi kebalikan (antipodal) posisi Kabah di bola Bumi. 

Umat Islam sedang beribadah mengitari Kabah (tengah). Gambar diambil pada 31 Mei 2019.
AFP/STR
Umat Islam sedang beribadah mengitari Kabah (tengah). Gambar diambil pada 31 Mei 2019.

WAKTU DAN CARA KALIBRASI
ARAH KIBLAT

 

SEBAGAIMANA penjelasan dari situs BMKG di atas, ada dua waktu matahari tepat berada di atas Kabah dan ada dua waktu lain matahari berada tepat berada di lokasi kebalikan Kabah di bola Bumi.

Dua waktu matahari tepat ada di atas Kabah adalah:

Adapun dua waktu antipodal Kabah adalah:

Bagaimana cara mengecek ulang arah kiblat berdasarkan posisi matahari ini?

Cara kalibrasi

Ketika matahari tepat berada di atas Kabah, BMKG memberikan cara pengecekan ulang arah kiblat adalah sebagai berikut:

Visualisasinya, dapat dilihat dalam infografik berikut ini: 

Cara Menentukan Arah Kiblat - (DOK BMKG)

Bagaimana untuk proses kalibrasi menggunakan antipodal Kabah?

Cara yang dipakai kurang lebih sama, menggunakan alat kalibrasi pada waktu yang ditentukan. Bedanya, arah kiblat adalah sesuai ujung bayangan, alias berkebalikan dari ilustrasi di atas. 

PENJELASAN TEKNIS

SEMUA karena pergerakan semu matahari dari waktu ke waktu. Dalam setahun, matahari akan bergerak dari posisi 23,5º Lintang Selatan (LS) ke 23,5º Lintang Utara (LU) lalu kembali lagi. 

Akibat gerakan itu, akan ada waktu matahari pada waktu tertentu berada tepat di atas lokasi tertentu dalam jalur lintasannya.

Salah satu lokasi yang tepat dilintasi pergerakan semu matahari ini adalah Kabah. Lokasi Kabah adalah 21º 25' 21" LU dan 39º 49' 34" Bujur Timur (BT). 

Kabah di Masjidil Haram. Gambar diambil pada 31 Mei 2019.
AFP/STR
Kabah di Masjidil Haram. Gambar diambil pada 31 Mei 2019.

Mengecek dan memastikan arah kiblat diperlukan bagi umat Islam yang dalam pelaksanaan ibadah shalat, yang dalam sehari ada lima kali shalat wajib. 

Sebelum mengarah ke Kabah di Makkah, kiblat shalat umat Islam pernah pada suatu masa adalah Baitul Maqdis atau Masjidil Aqsa di Jerusalem, Palestina. Kiblat berubah mengarah ke Kabah terjadi pada 624 M seusai peristiwa Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW.

Ketepatan arah kiblat dari derajat lintang dan bujurnya memang tak eksplisit disebut di Al Quran. Perintah yang ada, siapa saja yang hendak shalat diminta menghadapkan muka ke arah ke arah Masjidil Haram. 

Meski begitu, perkembangan sains pun mendapati, pergeseran setiap satu derajat arah bisa menyimpangkan ujung tujuan hadap sampai lebih dari seratus kilometer. 

Bagi yang berminat mempelajari cara hitung jarak dalam kilometer dari informasi lintang dan bujur, bisa antara lain mempelajarinya di video berikut ini: 

Dalam sejarah Islam di Indonesia, salah satu pelaku yang mengoreksi arah kiblat pada era teknologi belum semaju sekarang adalah KH Ahmad Dahlan.

Pendiri organisasi Muhammadiyah ini memelopori upaya mengoreksi arah kiblat Masjid Gedhe Kauman di Yogyakarta pada 1898, dimulai dari langgar keluarganya.

Selain memanfaatkan posisi matahari yang sedang berada tepat di atas Kabah, perhitungan arah kiblat dapat dilakukan menggunakan beberapa cara lain, termasuk memakai rasi bintang dan alat bantu seperti kompas.

Situs Masjid Agung Jami Malang, Jawa Timur, menyajikan rincian detail cara perhitungan arah kiblat ini, baik menurut mahzab Hanafi, Maliki, Syafii, dan Hambali, maupun perhitungan teknis rinci menggunakan beragam cara dan alat. 

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE