Hiu Baru Ditemukan, Berukuran Mini dan Bisa Nyala dalam Gelap

Kompas.com - 24/07/2019, 07:08 WIB
Spesies hiu baru yang ditemukan, berukuran mini serta bisa menyala dalam gelap. science alertSpesies hiu baru yang ditemukan, berukuran mini serta bisa menyala dalam gelap.

KOMPAS.com - Selama ini, hiu memiliki image yang mengerikan. Namun kalau melihat hiu yang satu ini, mungkin Anda akan langsung berubah pikiran. 

Para peneliti baru saja menemukan spesies hiu baru yang hanya memiliki panjang sekitar 14 sentimeter.

Hiu ini juga memiliki semacam kantong di belakang sirip dada berisi cairan bioluminesen. Artinya, selain berukuran mini, spesies ini juga bisa bersinar dalam gelap. Cairan penghasil cahaya itu diproduksi organ yang di sebut photophores.

Hiu dengan nama latin Mollisquama mississippiensis tersebut ditemukan di tengah Teluk Meksiko pada Februari 2010. Spesies ini pun diklasifikasikan sebagai spesies baru dan merupakan satu dari dua jenis hiu kantongyang pernah ditemukan sebelumnya.

Baca juga: Langka, Peneliti Abadikan Hiu Laut Dalam

"Dalam sejarah ilmu perikanan, hanya dua hiu kantong yang pernah ditangkap dan dilaporkan. Keduanya adalah spesies yang berbeda, masing-masing dari wilayah lautan yang berbeda. Namun keduanya juga sangat langka," jelas Mark Grace, ahli biologi dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).

Sebelumnya, spesies hiu kantong dengan nama ilmiah Mollisquama parini pertama kali ditemukan pada tahun 1979 di lepas pantai Cili, dan baru dideskripsikan pada tahun 1984. Hiu yang ditemukan tersebut adalah hiu betina dewasa dengan panjang 40 sentimeter.

Setelah penemuan pertama, tak pernah ada laporan atau penemuan hiu kantong lainnya hingga pada 2010.

"Fakta adanya temuan spesies hiu kantong baru di Teluk Meksiko membuktikan kalau hanya sedikit yang kita tahu dari perairan tersebut. Belum lagi berapa banyak spesies baru lain yang ada di bawah sana dan belum kita ketahui. Lautan sangatlah luas dan kita hanya baru sedikit mengeksplorasinya," kata Henry Bart, direktur Tulane Biodiversity Research Institute.

Baca juga: Pertama dalam Sejarah, Peneliti Abadikan Momen Hiu Paus Kawin

Para peneliti juga menggunakan pemindai beresolusi tinggi untuk mengetahui perbedaan antar kedua spesies hiu kantong. Hasilnya, kedua spesies sama-sama memiliki kantong kecil yang menghasilkan cairan biolumin, sedangkan perbedaannya terletak pada tulang belakang yang tidak dimiliki oleh Mollisquama parini.

Temuan ini tentu memberikan pengatahuan baru, mengingat hingga saat ini tak banyak informasi mengenai hiu kantong.

Penelitian telah dipublikasikan di Zootaxa.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X