Kompas.com - 09/07/2019, 15:07 WIB
Hiu insang enam hidung tumpul Hiu insang enam hidung tumpul

KOMPAS.com - Lautan dalam menyimpan begitu banyak misteri yang belum bisa diungkap oleh manusia. Para ilmuwan percaya bahwa di lautan dalam, tinggal binatang-binatang yang sangat efisien dan mampu bertahan hidup di lingkungan ekstrem.

Salah satu hewan yang tinggal di laut dalam dan membuat para peneliti penasaran adalah hiu enam insang hidung tumpul (Hexanchus griseus).

Hiu ini masih menjadi misteri, hingga beberapa waktu lalu para ilmuwan berhasil memasang tanda pelacak.

Beberapa hal yang diketahui dari hiu ini adalah habitatnya di zona meso dan bathypelagic (sekitar 2.500 meter di bawah permukaan laut). Ikan pemangsa ini hanya akan menuju perairan yang lebih dangkal pada malam hari untuk makan.

Baca juga: Pertama dalam Sejarah, Peneliti Abadikan Momen Hiu Paus Kawin

Karena membawa predator ini ke permukaan akan mengacaukan kehidupan hiu tersebut, para ilmuwan memasang pelacak di habitat asli mereka. Tim peneliti yang dipimpin Universitas Negeri Florida dalam ekspedisi bernama OceanX itu berhasil memasang pelacak pada 6 hiu jenis tersebut.

Merangkum dari Science Alert, Minggu (07/07/2019), peneliti menyebut hiu ini adalah keajaiban. Pasalnya, tidak seperti kerabatnya, hiu ini cenderung lebih tidak berkembang.

Ini terlihat dari jumlah insang yang mereka miliki. Keenam insang mereka merupakan peninggalan masa Jurassic Awal, ketika moyang hiu pertama kali berevolusi.

Berdasarkan fosil hiu-hiu purba, hiu enam insang hidung tumpul itu hanya berubah sangat sedikit.

Keunikan hiu ini membuat para peneliti mencoba mempelajari mereka. Para ahli kelautan di OceanX sendiri melakukan penyelaman ratusan meter di bawah laut lepas pantai Cape Eleuthera, Bahama untuk menemukan mereka.

"Malam pertama ada hiu enam insang hidung tumpul di mana-mana. Kami mencoba menembakkan pelacak... dan memantul dari kulit hiu betina," tulis OceanX dalam situs mereka.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Pap Smear, Prosedur untuk Mendeteksi Kanker Serviks

Mengenal Pap Smear, Prosedur untuk Mendeteksi Kanker Serviks

Kita
Perbedaan Bioma Stepa dan Sabana

Perbedaan Bioma Stepa dan Sabana

Oh Begitu
Cumi-cumi yang Berenang di Laut Terdalam di Dunia Ditemukan di Filipina

Cumi-cumi yang Berenang di Laut Terdalam di Dunia Ditemukan di Filipina

Oh Begitu
Seismograf, Penemuan Alat Deteksi Gempa yang Pertama Kali Digunakan di China

Seismograf, Penemuan Alat Deteksi Gempa yang Pertama Kali Digunakan di China

Oh Begitu
Mengapa Letusan Gunung Berapi Tonga Sangat Besar dan Menimbulkan Tsunami? Ahli Jelaskan

Mengapa Letusan Gunung Berapi Tonga Sangat Besar dan Menimbulkan Tsunami? Ahli Jelaskan

Fenomena
Mengenal Egg Freezing, Prosedur yang Dijalani Luna Maya untuk Memiliki Anak

Mengenal Egg Freezing, Prosedur yang Dijalani Luna Maya untuk Memiliki Anak

Oh Begitu
Ketahui Gejala Omicron yang Sering Muncul dan Cara Mencegah Penularannya

Ketahui Gejala Omicron yang Sering Muncul dan Cara Mencegah Penularannya

Oh Begitu
Panda Hanya Makan Bambu, Mengapa Tubuh Panda Tetap Besar?

Panda Hanya Makan Bambu, Mengapa Tubuh Panda Tetap Besar?

Oh Begitu
Asteroid Besar Akan Melintas Dekat Bumi Awal Februari, Apakah Berbahaya?

Asteroid Besar Akan Melintas Dekat Bumi Awal Februari, Apakah Berbahaya?

Fenomena
Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Oh Begitu
NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

Fenomena
Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Oh Begitu
Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Oh Begitu
[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

Oh Begitu
Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.