Kompas.com - 17/07/2019, 12:04 WIB
Ilustrasi gempa bodnarchukIlustrasi gempa

Bali diguncang lindu berkekuatan M 6,8 pada 13 Oktober 2011. Episenter gempa ini terletak di 143 km arah Barat Daya Nusa Dua.

"Gempa ini dirasakan di berbagai daerah seperti Mataram, Malang, dan Yogyakarta. Akibat gempa ini beberapa rumah di Bali mengalami kerusakan hingga tingkat sedang," kata Daryono.

"Selain di Bali, gempa ini juga merusak rumah di Jember, Banyuwangi, dan Lumajang. Gempa ini melukai puluhan orang di Denpasar, Kuta, dan Nusa Dua," sambungnya.

Baca juga: Ribuan Ikan Muncul di Pantai Canggu Wajar, Tak Terkait Gempa Bali

3. Gempa 2019

Kemarin pagi, gempa selatan Bali berkekuatan M 6,0, yang kemudian dimutakhirkan menjadi M 5,8.

"Gempa ini merupakan bagian dari rangkaian gempa Bali akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia di zona Benioff bagian atas," ujar Daryono.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Gempa ini merusak 2 gedung sekolah di Jembrana, satu rumah roboh dan 1 rumah rusak di Buleleng, Kantor DPRD Gianyar, Pura Lokanatha Lumintang di Denpasar; dan kerusakan beberapa gedung sekolah, hotel, dan fasilitas umum," tambahnya.

Upaya Mitigasi

Daryono mengatakan, bagi masyarakat Bali, kondisi alam yang rawan ini adalah sesuatu yang harus diterima sehingga mau tidak mau, suka tidak suka, semua itu adalah risiko yang harus dihadapi sebagai penduduk yang tinggal di batas pertemuan lempeng tektonik.

"Upaya strategis yang perlu dilakukan adalah meningkatkan dan mengembangkan kapasitas masyarakat dan lembaga terkait terkait mitigasi bencana," ucap Daryono.

Menurutnya, aspek sosiokultural yang berada dalam rantai peringatan dini di bagian hilir yang berhubungan langsung dengan masyarakat juga perlu ditopang dengan penguatan kapasitas pemerintah daerah dalam merespons informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami.

"Ini penting untuk menyiapkan masyarakat kita agar lebih mampu dalam mencegah dan mengurangi risiko bencana, serta dalam merespon dengan cepat dan tepat setiap ada peringatan dini tsunami yang dikeluarkan BMKG," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.