Kompas.com - 17/07/2019, 12:04 WIB
Ilustrasi gempa bodnarchukIlustrasi gempa

"Gempa kuat dengan episenter di laut ini dilaporkan memicu tsunami yang menyebabkan sebayak 36 orang meninggal dunia," tutur Daryono.

3. Gempa Bali 1976

"Gempa Bali 14 Juli 1976 berkekuatan M 6,5 populer disebut sebagai Gempa Seririt," papar Daryono.

"Gempa yang dipicu oleh aktivitas sesar ini menyebabkan kerusakan parah di Buleleng dan Negara," imbuhnya.

Menurut catatan BMKG, sebanyak 573 orang meninggal dunia di Buleleng, Jembrana, dan Tabanan. Sementara 4.000 orang lainnya luka-luka dan sekitar 450.000 orang kehilangan tempat tinggal.

"Gempa ini dilaporkan memicu tsunami kecil di pantai utara Bali," kata Daryono.

Baca juga: Gempa Hari Ini: Selain di Bali, 3 Guncangan Terjadi di Maluku Utara

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gempa Selatan Bali

Sementara itu, keberadaan zona subduksi lempeng di selatan Bali juga bertanggung jawab terhadap sejumlah gempa kuat di Bali yang diantaranya diikuti tsunami. Beberapa gempa yang berkaitan dengan aktivitas subduksi lempeng adalah gempa Bali 1917, 2011, dan 2019.

1. Gempa 1917

Gempa yang mengguncang Bali pada 21 Januari 1917 itu memiliki episenter yang terletak di sebelah tenggara Pulau Bali.

"Gempa ini menyebabkan longsoran yang hebat di berbagai tempat di Bali. Sekitar 80 persen dari jumlah korban gempa diakibatkan oleh longsoran," kata Daryono.

Pria asal Semarang itu menyebut bahwa dalam buku “Pura Besakih”, Fox (2010) menceritakan bahwa gempa ini menelan korban jiwa sebanyak 1.500 orang meninggal, merusak 64.000 rumah termasuk istana, 10.000 lumbung beras, dan 2.431 Pura, termasuk Pura Besakih.

Masyarakat Bali menjuluki lindu tersbeut sebagai “Gejer Bali” yang artinya “Bali Berguncang”.

"Menurut Soloviev and Go (1974), gempa ini memicu tsunami di Klungkung dan Benoa dengan tinggi mencapai 2 meter," tegas Daryono.

2. Gempa 2011

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.