Berkat Pemindaian, Ahli Temukan Gereja Kuno di Bawah Benteng Rusia

Kompas.com - 17/07/2019, 09:00 WIB
Gereja kuno yang dibangun pada 300 M terkubur di dalam benteng Naryn-Kala ini di Rusia. Gereja kuno yang dibangun pada 300 M terkubur di dalam benteng Naryn-Kala ini di Rusia.

KOMPAS.com - Para ahli baru saja memindai ruang bawah tanah misterius tepat di bawah benteng Naryn-Kala di Derbent, Rusia. Selama puluhan mungkin ratusan tahun, ruangan itu tertutup dan tak ada yang tahu apa isinya.

Dengan menggunakan pemindaian teknologi fisika nuklir yang dikenal dengan nama radiografi muon, tim akhirnya tahu bangunan rahasia di bawah benteng itu adalah salah satu gereja tertua di Rusia, kemungkinan besar berasal dari 300 Masehi. Gereja ini terkubur 400 tahun kemudian, ketika bangsa Arab menaklukkan Derbent.

Melansir Science Alert, Selasa (16/7/2019), radiografi muon berfungsi untuk melacak partikel subatomik bermuatan muon, dihasilkan ketika sinar kosmik berinteraksi dengan atmosfer Bumi. Dalam astrofisika, sinar kosmik adalah radiasi dari partikel bermuatan berenergi tinggi yang berasal dari luar atmosfer Bumi.

Baca juga: Arkeolog Temukan Bak Baptis Kuno Bersembunyi di Gereja Kelahiran Yesus

Saat partikel melewati ruang angkasa, pelat emulsi nuklir digunakan sebagai detektor untuk menangkap partikel dan mengembangkan gambaran di mana muon melewatinya, kemudian mereka akan diserap atau dibelokkan.

Metode seperti ini juga digunakan untuk memindai piramida Mesir sebelumnya.

"Bangunan (di dalam benteng) ini sangat luar biasa. Melalui detektor, kami menemukan pola salib di dalamnya. Ada satu sisi bangunan yang lebih panjang enam meter dari yang lain," ungkap fisikawan Natalia Polukhina dari National University of Science and Technology (MISIS) di Rusia.

Awalnya tim memiliki tiga dugaan atas bangunan ini, tempat pelindung orang Kristen, tempat penampungan air, atau Zoroaster. Namun, hasil pemindaian akhirnya menunjukkan dengan jelas struktur itu memiliki bentuk salib yang memperkuat dugaan bahwa bangunan itu adalah gereja.

Para ilmuwan menghabiskan empat bulan untuk memindai dimensi internal bangunan tersebut. Pasalnya, mereka tidak bisa langsung menggali bangunan tersebut karena benteng Naryn-Kala berstatus situs warisan budaya UNESCO.

Sketsa kasar bangunan kuno di benteng Naryn-Kala, Rusia. Sketsa kasar bangunan kuno di benteng Naryn-Kala, Rusia.

Gereja kuno ini memiliki tinggi sekitar 11 meter, panjang 15 meter dari utara ke selatan, dan 13,4 meter dari timur ke barat. Sementara bagian kubah atau atapnya berada di tengah, dengan pola mirip salib.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X