Kompas.com - 17/07/2019, 07:43 WIB
Berlakangan beredar video yang menunjukkan banyak ikan terdampar di Pantai Canggu, Badung, Bali di media sosial. Screenshot Instagram @tohir2347Berlakangan beredar video yang menunjukkan banyak ikan terdampar di Pantai Canggu, Badung, Bali di media sosial.
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta

KOMPAS.com - Segera setelah gempa Bali bermagnitudo 6 (direvisi menjadi 5,8) pada Selasa (16/7/2019), beredar video viral yang mengungkap adanya ribuan ikan terdampar di Pantai Canggu, Bali.

Sejumlah pihak mengaitkan kejadian gempa dengan terdamparnya ikan, mengatakan bahwa terdamparnya ikan adalah pertanda gempa akan terjadi.

Pakar gempa, pakar ikan, hingga Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BSPL) Denpasar memberi penjelasan pada fenomena ini.

Ahli tsunami dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengatakan bahwa gempa dan terdamparnya ikan yang rupanya berjenis lemuru tidak berkaitan.

Baca juga: Viral Video Ribuan Ikan Terdampar di Pantai Canggu, Dikaitkan Gempa Bali Hari Ini, Benarkah?

"Habitat lemuru ada di Selat Bali, kenapa di Banyuwangi tidak ada fenomena serupa? Saya kira ada faktor lain," ujar Wingko kepada Kompas.com, kemarin.

Pakar biologi ikan Dr Agung Budiharjo mengatakan, ikan dan gempa kerap dikaitkan tetapi sejauh ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan keterkaitannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ikan oar banyak dikaitkan dengan gempa Jepang atau anakan sidat dengan gempa Sumatera 2004, tapi sampai saat ini belum ada bukti ilmiah yang mengaitkan keduanya," katanya.

Baca juga: Gempa Bermagnitudo 6 Guncang Bali, BMKG Ungkap Sebab dan Keunikannya

Ikan memang peka terhadap getaran. Namun, perilaku yang berkaitan dengan getaran seismis belum banyak diteliti.

"Kemampuan ikan untuk mendeteksi getaran hanya digunakan sebagai alat komunikasi ikan," kata dosen Program Studi Biologi FMPIA Universitas Sebelas Maret (UNS)

Meneurut Agung, terdamparnya ribuan ikan lemuru lebih terkait pada perubahan musim. Diketahui, migrasi dan reproduksi ikan lemuru tergantung musim.

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Berkat konsistensinya, Kompas.com menjadi salah satu dari 49 Lembaga di seluruh dunia yang mendapatkan sertifikasi dari jaringan internasional penguji fakta (IFCN - International Fact-Checking Network). Jika pembaca menemukan Kompas.com melanggar Kode Prinsip IFCN, pembaca dapat menginformasikannya kepada IFCN melalui tombol di bawah ini.
Laporkan
Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.