Dokter Beberkan Lucunya Aturan BPJS, Kanker di Kiri Dibayari tapi Kanan Bayar Sendiri

Kompas.com - 16/07/2019, 20:13 WIB
Ilustrasi BPJS Kesehatan Kompas.com/ Luthfia Ayu AzanellaIlustrasi BPJS Kesehatan

KOMPAS.com - Sejumlah aturan dalam pengobatann kanker memakai asuransi dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dinilai lucu, irasional, dan menghambat pengobatan.

Dr A Hamid Rochanan SpB-KBD M.Kes, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Digestif Indonesia (IKABDI) menuturkan, kelucuan aturan BPJS dapat terlihat pada kebijakan pengobatan kanker kolorektal.

Dalam diskusi Penatalaksanaan Kanker di Era BPJS di Jakarta pada Senin (15/7/2019), Hamid menuturkan bahwa Indonesia sebenarnya sudah bisa menangani kanker kolorektal dengan terapi target, tapi terhalang aturan.

Terapi target kanker kolorektal ditangani dengan 2 obat, bevacizumab dan cetuximab. Karena perbedaan secara molekuler dan struktur, kanker kolon pada kanan hanya merespon pengobatan dengan bevacizumab.

Masalah muncul karena BPJS hanya menanggung cetuximab saja. Dengan demikian, orang yang menderita kanker kolon di sisi kanan tidak bisa mendapatkan pengobatan.

"Biang keladi dari semua ini adalah studi HTA (Health Technology Assesment). Kita sudah kritik ini karena juga tidak melibatkan dokter bedah digestif," ungkap hamid.

Hasil studi tersebut menyebutkan bahwa terapi dengan bevacizumab tidak memberikan benefit dan harga yang harus ditebus oleh BPJS terlalu tinggi.

Baca juga: Hanya Sesruput Jus dan Soda Tingkatkan Risiko Kanker Hingga 18 Persen

Hasil studi itu mendasari terbitnya Kepkemkes Nomor HK.01.07/MENKES/707/2018 yang berisi pencabutan obat bevacizumab dari Formularoium Nasional, daftar obat yang bisa ditebus dengan BPJS.

Hamid menuturkan, studi tersebut keliru. Sebabnya, sampel studi adalah orang-orang yang tidak membutuhkan terapi target.

"Kenyataannya bevacizumab bisa memberikan benefit, bisa memperpanjang usia pasien lebih dari 8 bulan," kata Hamid.

Dr Ronald A Hukom SpPD KHOM mengungkapkan, alasan penghapusan bevacizumab karena biaya mahal sebenarnya tidak masuk akal.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X