Hanya Sesruput Jus dan Soda Tingkatkan Risiko Kanker Hingga 18 Persen

Kompas.com - 12/07/2019, 20:06 WIB
IlustrasiThinkstockphotos Ilustrasi

KOMPAS.com - Masalah kanker masih menjadi momok dunia. Apalagi, penyebab dari penyakit ini masih misterius.

Meski begitu, para peneliti terus mengamati faktor risiko yang bisa memicu penyakit kanker.

Sebuah penelitian baru menemukan ada peningkatan risiko kanker dari kebiasaan minum minuman manis.

Studi yang dipublikasikan dalam British Medical Journal itu menejelaskan bahwa minuman manis yang dimaksud juga termasuk jus buah asli, minuman ringan, minuman olahraga, minuman energi, hingga minuman hangat dengan gula lebih dari 5 persen.

Baca juga: Rokok Sebabkan 50 Persen Kematian Akibat 12 Jenis Kanker, Kok Bisa?

Sebagai informasi, minuman bersoda yang kerap dijual mengandung 12 ons gula.

Menurut studi tersbeut, minum skitar 3,4 ons minuman manis setiap hari dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara sebesar 22 persen dan kanker secara keseluruhan 18 persen.

"Mengingat konsumsi besar minuman manis di negara-negara Barat, minuman ini akan mewakili faktir ridiko yang dapat dimodifikasi untuk pencegahan kanker, di luar dampaknya pada kesehatan jantung," tulis para peneliti dikutip dari USA Today, Kamis (11/07/2019).

Tapi yang jadi pertanyaan adalah bagaimana minuman manis bisa meningkatkan risiko kanker?

Para peneliti mengatakan, hubungan antara minuman manis dan risiko kanker sebagian dapat dijelaskan oleh pengaruhnya terhadap kenaikan berat badan. Ini berkaitan dengan obesitas dianggap sebagai faktor risiko untuk beberapa jenis kanker.

Namun, penelitian ini lebih menunjukkan hubungan ini justru "sangat didorong oleh kadar gula". Meski begitu, peneliti berasumsi bahwa zat kimia aditif lain juga mungkin berperan.

Perlu digarisbawahi, penelitian ini juga tidak menemukan hubungan antara minuman manis buatan dan peningkatan risiko kanker.

Misteri Sejak 1970-an

Pertanyaan tentang kaitan pemanis buatan dan kanker mulai muncul ketika penelitian dari tahun 1970-an menunjukkan kemungkinan kaitannya dengan kanker kandung kemih pada hewan laboratorium.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X