Kenapa Sih Makanan Kekinian yang Tinggi Kalori Itu Rasanya Enak?

Kompas.com - 13/07/2019, 17:00 WIB
Ilustrasi makanan manishappy_lark Ilustrasi makanan manis


KOMPAS.com - Media sosial membuat tren makanan kekinian makin mudah tersebar luas. Berbondong-bondong orang pun mulai merintis usaha makanan kekinian.

Rasanya yang enak dan penampilannya yang menarik membuat banyak orang ingin mencobanya. Namun, di balik semua kelezatan dan tren makanan kekinian, asupan kalori dan lemak yang tinggi menghantui masyarakat.

Makanan kekinian biasanya mengandung banyak kalori dan tentu saja tidak masuk dalam kelompok makanan sehat. Kalori ini bisa berasal dari kandungan lemak maupun kandungan gula yang banyak dalam makanan. Ya, lemak dalam makanan dapat membuat rasa makanan tersebut lebih enak.

Menurut penelitian dalam jurnal Physiology and Behavior, lemak memiliki cita rasa khas yang membuat makanan lebih lezat.

Baca juga: Perhatikan, 9 Makanan Ini Bisa Berdampak pada Bau dan Kesehatan Vagina

Penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari Purdue University juga menjelaskan bahwa makanan berlemak mempunyai rasa yang lebih enak dibandingkan makanan yang bebas lemak.

Makanan yang tidak mengandung lemak atau hanya mengandung sedikit lemak biasanya rasanya tidak tajam, bahkan cenderung hambar.

Jadi, adanya lemak pada makanan inilah yang membuat hidangan hits Anda menjadi tinggi kalori.

Lemak merupakan sumber kalori tertinggi. Satu gram lemak dapat menyumbang sekitar 9 kalori. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan karbohidrat dan protein yang hanya mampu menyediakan energi sebanyak 4 kalori untuk tubuh.

Lemak dalam makanan enak

Ada beberapa komponen dalam lemak yang membuat makanan menjadi lebih enak. Komponen tersebut mengubah aroma dan tekstur, sehingga rasa makanan menjadi lebih sedap.

1. Aroma makanan

Lemak dalam makanan membantu tubuh melarutkan dan memusatkan rasa dan aroma makanan sehingga membuat Anda lebih bisa menikmati rasa makanan.

Zat kimia dilepaskan ke udara oleh panas masakan, sehingga Anda mampu mencium aroma makanan lebih dulu. Bahkan, sebelum memakannya, Anda bisa menebak bahwa makanan tersebut pasti lezat.

2. Tekstur makanan

Makanan berlemak memiliki tekstur yang khas. Contohnya saja keju yang meleleh di mulut Anda, ini menciptakan sensasi yang menyenangkan dalam mulut. Selain itu, lemak juga membantu rasa garam dan bumbu lain dalam makanan lebih merata dan terasa.

Adanya lemak dalam makanan juga dapat membuat Anda merasa kenyang lebih cepat. Ini karena lemak mampu memberikan energi pada tubuh lebih banyak. Hal ini kemudian dapat membuat otak mengeluarkan hormon yang membuat Anda merasa puas setelah makan.

Baca juga: Penyedap Rasa dan Pengawet Makanan Bikin Malas Olahraga, Kok Bisa?

Rasa puas ini pun dapat meninggalkan kesan yang menyenangkan terhadap makanan setelah makan. Maka, tak heran jika banyak dari Anda yang lebih menyukai makanan berlemak seperti ayam goreng tepung, martabak, bakso dengan tetelan, dan lainnya dibandingkan makanan sehat tanpa lemak.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X