Kenapa Minum Kopi Bikin Perut Mulas dan Jadi Kebelet BAB?

Kompas.com - 13/07/2019, 11:27 WIB
Ilustrasi kopiefetova Ilustrasi kopi


KOMPAS.com - Sedang asyik menikmati secangkir kopi sembari mengerjakan setumpuk tugas, tiba-tiba perut mulas bergejolak dan ingin segera buang air besar ( BAB).

Kejadian seperti ini mungkin tidak sekali dua kali Anda rasakan dan membuat bertanya-tanya kenapa setiap habis minum kopi lebih mudah BAB.

Berkaitan dengan hal itu, sebenarnya ada penjelasan ilmiah yang bisa menjelaskan kenapa minum kopi bikin ingin BAB.

Menurut studi yang dipresentasikan di Digesvive Disease Week, minum kopi bikin cepat BAB tidak ada hubungannya dengan kafein, tapi lebih pada efek kopi itu sendiri.

Baca juga: Menakar Kalori dan Gula dalam Segelas Bubble Tea dan Kopi Susu

Kemampuan kopi untuk membantu manusia BAB berhubungan dengan mikrobiota usus dan kemampuannya memengaruhi kontraksi otot polos yang ada di organ pencernaan. Dua hal ini membuat kita BAB secara teratur. Setidaknya, hal ini teruji pada tikus.

"Ketika tikus rutin diberi kopi selama tiga hari, kemampuan kontraksi otot polos di usus meningkat," ujar pemimpin penulis Xuan-Zheng Shi dari Universitas Texas Medical Branch.

"Menariknya, efek itu tidak berhubungan dengan kafein. Sebab, kopi bebas kafein pun memberi efek yang sama dengan kopi biasa," imbuh Xuan-Zheng seperti dilansir IFL Science, (20/5/2019).

Untuk sampai pada kesimpulan ini, para ahli melarutkan 100 persen bubuk kopi Arabika dalam air panas dan mengeksposnya ke kotoran tikus yang diletakkan di cawan Petri.

Ketika kopi terpapar dengan kotoran tikus sebanyak 1,5 persen, ahli melihat pertumbuhan bakteri dan mikroba lain dalam tinja tikus.

Meski jumlah bakteri lebih rendah setelah kopi diberikan selama tiga hari, masih belum jelas apakah perubahan ini untuk bakteri baik atau buruk.

Dalam studi lain, ahli menemukan konsumsi kopi membantu tikus memiliki kontraksi otot pada usus bawah dan usus besar yang lebih baik. Kedua usus itu berperan dalam buang air besar yang sehat.

Menariknya, kopi tanpa kafein memiliki efek sama. Sebab itulah para ahli percaya, tingkat kadar kafein tidak ada hubungannya dalam hal ini.

Studi ini menarik, setidaknya para ahli berpikir kopi bisa menjadi alternatif untuk mengobati sembelit setelah operasi, khususnya ileus, suatu kondisi di mana usus berhenti bekerja setelah menjalani operasi perut.

Studi tahun 2012 menemukan, pasien yang baru saja menjalani operasi usus besar, fungsi ususnya dapat lebih cepat kembali jika pasien meminum kopi daripada air putih. Sejumlah penelitian lain juga menunjukkan manfaat kesehatan dari kopi, salah satunya meningkatkan fungsi hati.

Meski kopi terbukti baik bagi kesehatan, kita tidak boleh melupakan efek negatif yang diberikan. Misalnya insomnia, gugup, mudah marah, dan risiko bayi terlahir dengan bobot rendah bagi wanita hamil.

Baca juga: Hal yang Harus Diketahui tentang Legitnya Boba Tea dan Kopi Kekinian

Karena studi ini baru dilakukan pada tikus, ahli berharap akan ada studi lanjutan untuk mencari tahu apakah efek yang sama juga terjadi pada manusia.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X