Mengenal Buteyko Breathing, Tidur dengan Mulut Diplester Ala Andien

Kompas.com - 12/07/2019, 16:32 WIB
Andien dan keluarga membiasakan diri untuk tidur dengan mulut diplester. Andien dan keluarga membiasakan diri untuk tidur dengan mulut diplester.

KOMPAS.com - Penyanyi jazz Andien Aisyah mengaku dalam beberapa bulan terakhir memplaster mulut dengan plaster micropore. Hal ini dirasanya membantu mendapat tidur nyenyak.

Dalam postingan instagram story, Andien mengaku ketertarikannya bermula dari penjelasan Gobind Vashdev terkait pernapasan dari hidung dan mulut, atau istilah kerennya nose breathing dan mouth breathing.

Melalui unggahan di instagram @gobindvashdev, Gobind menilik kebiasaan banyak orang yang tanpa disadari tidur dengan mulut terbuka.

Menurut Gobind, kebiasaan ini bisa menyebabkan mulut kering sewaktu bangun tidur, aroma mulut tak sedap, dan belum lagi energi yang drop. Sementara pada anak-anak, akan sangat memengaruhi bentuk susunan gigi dan wajah anak.

Baca juga: Soal Tidur dengan Mulut Diplester seperti Andien, Apa Kata Ahli?

"Setelah mendalami teknik bernapas Buteyko, saya semakin mengerti berbagai keuntungan bernapas dengan hidung. Dan untuknya saya rela setiap malam menyisihkan waktu untuk memplaster mulut," tulis Gobind.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Mengapa memplester mulut ketika tidur ?? . Semalam saya bertemu sahabat lama, saya perhatikan dia sering menarik napas panjang & ada bunyi tersumbat dlm hidungnya. Saya langsung menebak bahwa ia terbiasa bernapas dgn mulut, & tebakan saya dibenarkan dia & istrinya. Hari ini di perjalanan ke Bandung dengan travel saya memperhatikan 4 orang yg terlelap & semuanya dengan mulut terbuka. Teringat masa kecil & remaja saya, bahkan sampai beberapa tahun lalu saya masih menggunakan mulut utk bernapas, mouth breather istilah kerennya. Sudah tak terhitung banyaknya antibiotik yg masuk ke tubuh ini krn tenggorokan infeksi, disertai mulut kering sewaktu bangun, aroma mulut tak sedap, belum lagi energi yg drop, tidur malam terbangun2 dll. Ketika menyadari kerugian besar ini, saya berkata pada diri sendiri " gobind, gobind kemana aja selama ini kamu?" Saya belajar banyak hal tentang kesehatan tubuh & pikiran namun hal yg terjadi dari kecil pada diri tidak saya sadari. Setelah mendalami teknik bernapas Buteyko , saya semakin mengerti berbagai keuntungan bernapas dengan hidung, dan untuknya saya rela setiap malam menyisikan waktu memplester mulut. Seorang peserta buteyko Breathing Course melakukan penelitian terhadap suara dengkurannya melalui Apps snorelab, dan hasilnya fantastis, dari skala 32 turun menjadi 7. Peserta yg lain, Dokter Yussy membandingkan kenyenyakan tidurnya sebelum dan sesudah berlatih buteyko, dan hasil yg diukur melalui hp & smart watch nya adalah tidurnya lebih nyenyak, bangunnya lebih segar. Tidur dengan mulut terbuka pada anak selain menimbulkan banyak gangguan kesehatan juga akan mempengaruhi keteraturan gigi bahkan bentuk wajah. Hal ini dibenarkan oleh seorang dokter gigi. Bagi beberapa orang memplester mulut terlihat ngeri, dan biasaya muncul bbrp pertanyaan "kalau tidak bisa napas bagaimana?" Seperti yg selalu terjadi, di dunia ini yg paling berat bukan menjalani tapi mikirin sesuatu yg belum dijalani. Jadi kalau takut, gunakan plester secara horisontal ,gunakan plester micropore secara vertikal dulu. Bagi yg sudah biasa mencoba, akan bilang, "tidur tanpa plester bukanlah tidur" ????

A post shared by Gobind Vashdev (@gobindvashdev) on Jul 5, 2019 at 3:22am PDT

Nah, lalu apa yang dimaksud teknik bernapas Buteyko?

"Sebenarnya ( Buteyko breathing) bukan teknik bernapas khusus yang gimana-gimana. Ini adalah metode pernapasan yang seharusnya kita lakukan dalam setiap kegiatan kita," ungkap Gobind kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Jumat (12/7/2019).

Dia menjelaskan, akan lebih baik jika manusia menggunakan organ tubuh sebagaimana mestinya. Hidung digunakan untuk bernapas, sementara mulut untuk makan dan berbicara.

Nah, metode pernapasan yang diajarkan Buteyko adalah menyarankan untuk bernapas dengan hidung, sebagaimana mestinya.

Sebagai seorang penulis dan heartworker, Gobind menerangkan ada banyak keuntungan jika manusia bernapas dengan hidung.

"Jadi sayang sekali kalau kita menghabiskan 8 jam dari tidur kita untuk bernapas menggunakan mulut," imbuh Gobind.

Gobind melanjutkan, dalam teorinya Buteyko tidak pernah menyarankan untuk memplaster mulut selagi tidur. Sebaliknya, ini adalah cara sederhana untuk membantu manusia agar bernapas dengan hidung selama tidur.

"Buteyko tidak pernah menyarankan memplester mulut, karena mungkin belum kepikiran saat itu. Namun dia (Buteyko) menyarankan kita untuk bernapas dengan hidung," imbuh Gobind.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X