Khasiat Melukis bagi Anak Autis, Ruang Ekspresi Hingga Kurangi Tantrum

Kompas.com - 06/07/2019, 19:34 WIB
Anak autistik Anfield Wibowo (15) tengah melukis di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta Pusat, Sabtu (6/7/2019). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARAnak autistik Anfield Wibowo (15) tengah melukis di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta Pusat, Sabtu (6/7/2019).

KOMPAS.com - Seni terutama seni lukis, ternyata punya banyak manfaat bagi individu autistik. Selain sebagai tempat untuk mengekspresikan diri, seni bisa jadi terapi fisik.

"Art therapy sebagai bentuk ekspresi mereka mengungkapkan isi perasaan, maksudnya mereka. Karena mereka terbatas kemampuan berkomunikasi dan interaksinya," kata Psikolog Maria Novitawati, M.Psi., Psi dalam diskusi Peranan "Art Therapy" dalam Perkembangan Individu Autistik untuk Mengekspresikan Dirinya di Bentara Budaya Jakarta, Sabtu (6/7/2019).

Autisme, atau bisa disebut gangguan spektrum autisme (autism spectrum disorder) adalah gangguan perkembangan otak yang mempengaruhi kemampuan individu dalam berinteraksi dengan orang lain.

Individu dengan autisme seringkali mengalami kesulitan dalam mengekspresikan pemikiran dan berkomunikasi. Kesenian, baik itu seni rupa maupun seni musik, dapat menjadi medium yang tepat untuk individu autistik untuk menyampaikan apa yang ada di dalam pikiran mereka.

Baca juga: Perjalanan Kadek Arimbawa Mengobati Kecemasan Diri lewat Seni

"Kita biasa mendengar secara lisan berbagai macam ekspresi. Untuk maksud dan tujuan sebagian besar dunia mendengar secara lisan. Tapi sering anak mendengar dengan matanya. Jadi dia mengungkapkan sesuatu dia ingin kita melihat tidak hanya mendengar kata-kata mereka, karena terbatas," ujar Maria.

Dalam keseharian, Maria juga mengungkapkan anak autistik yang terbiasa melakukan kegiatan seni lebih mampu meregulasi dirinya. Regulasi atau kontrol diri kerap kali jadi masalah anak autistik.

"Sering kali anak masih jelek regulasinya, masih tantrum. Tapi kalau kita lihat art therapy, anak mengerjakan satu demi satu tahap, ini bisa meregulasi dirinya," kata Maria.

Sementara itu, Seniman Ipong Purnama Sidhi mengatakan dalam seni lukis, anak secara umum bisa meningkatkan sensor motoriknya.

"Melukis melatih ketelitian, genggaman tangan, itu secara fisik. Melukis juga membantu visualisasi perasaan dan ide-ide lewat proses ekspresi verbal," kata Ipong.

Baca juga: Robot Sudah Mulai Membuat Seni, Adakah yang Tersisa bagi Manusia?

Menurut Ipong, secara kognitif, melukis membantu stimuslasi mental, merangsang kreativitas, dan fokus. Melukis juga meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan pengorganisasian ide-ide serta gagasan.

"Misalnya ketika dia keluar garis, dia akan berpikir bagaimana cara menutup kesalahan itu," ujar Ipong.

Pengarahan dan bimbingan dari orang tua sangat dibutuhkan untuk menggali potensi dari individu autistik. Autisme harus ditangani sejak sedini mungkin agar anak-anak tersebut dapat berkegiatan secara maksimal sesuai dengan spektrum autisme yang mereka miliki. Potensi yang dapat digali antara lain adalah potensi seni. Potensi ini bisa digali sejak usia balita.

Individu autistik juga dapat memiliki kemampuan dan bakat seni seperti anak normal. Bahkan banyak di antara mereka yang lebih unggul jika dibandingkan dengan anak normal. Ketekunan dan daya fokus tinggi yang mereka tampilkan dalam suatu bidang menjadi modal yang besar dalam berkesenian.

Baca juga: Sains Tunjukkan Bagaimana Autis Merespons Bau, Hasilnya Tak Terduga



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Jabodetabek, Ini Daftar Wilayahnya

Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Jabodetabek, Ini Daftar Wilayahnya

Oh Begitu
Mengapa Hujan Seharian Bisa Menyebabkan Bencana Banjir?

Mengapa Hujan Seharian Bisa Menyebabkan Bencana Banjir?

Fenomena
Tidur Tengkurap Membuat Pasien Covid-19 Terhindar dari Ventilator, Kok Bisa?

Tidur Tengkurap Membuat Pasien Covid-19 Terhindar dari Ventilator, Kok Bisa?

Oh Begitu
Gempa Hari Ini: M 5, 1 Guncang Pandeglang Terasa hingga Malingping

Gempa Hari Ini: M 5, 1 Guncang Pandeglang Terasa hingga Malingping

Fenomena
Terlalu Banyak Makan Makanan Manis Bisa Melemahkan Sistem Kekebalan, Kok Bisa?

Terlalu Banyak Makan Makanan Manis Bisa Melemahkan Sistem Kekebalan, Kok Bisa?

Oh Begitu
Ahli Sebut 140.000 Virus Baru Ditemukan di Usus Manusia

Ahli Sebut 140.000 Virus Baru Ditemukan di Usus Manusia

Oh Begitu
Kamasutra Satwa: Hewan Bonobo Lakukan Hubungan Sesama Jenis

Kamasutra Satwa: Hewan Bonobo Lakukan Hubungan Sesama Jenis

Oh Begitu
3 Misteri Alam Semesta Berpotensi dapat Nobel Prize, Jika Terpecahkan

3 Misteri Alam Semesta Berpotensi dapat Nobel Prize, Jika Terpecahkan

Fenomena
Di Bawah Sinar UV, Bulu Hewan Ini Menyala Seperti Lampu Disko

Di Bawah Sinar UV, Bulu Hewan Ini Menyala Seperti Lampu Disko

Oh Begitu
Viral Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Peneliti Sebut karena Kelainan Genetis

Viral Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Peneliti Sebut karena Kelainan Genetis

Oh Begitu
Siapa yang Boleh Donor Terapi Plasma Konvalesen? Ini Syarat Lengkapnya

Siapa yang Boleh Donor Terapi Plasma Konvalesen? Ini Syarat Lengkapnya

Kita
Sekali Suntik, Vaksin Johnson & Johnson Efektif Kurangi Risiko Covid-19

Sekali Suntik, Vaksin Johnson & Johnson Efektif Kurangi Risiko Covid-19

Fenomena
Jangan Minum Obat Pereda Nyeri Sebelum Divaksin Covid-19, Begini Penjelasan Ahli

Jangan Minum Obat Pereda Nyeri Sebelum Divaksin Covid-19, Begini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Tingkat Imun Bisa Prediksikan Risiko Infeksi Covid-19 Gejala Berat

Tingkat Imun Bisa Prediksikan Risiko Infeksi Covid-19 Gejala Berat

Oh Begitu
Penemuan Kebetulan Microwave, Alat Masak Canggih di Akhir Perang Dunia

Penemuan Kebetulan Microwave, Alat Masak Canggih di Akhir Perang Dunia

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X