Misteri Tubuh Manusia: Alasan Jakun Bukan Bukti Lucinta Luna Laki-laki

Kompas.com - 05/07/2019, 20:35 WIB
Lucinta Luna dalam press junket film Bidezilla di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (26/6/2019). KOMPAS.com/IRA GITALucinta Luna dalam press junket film Bidezilla di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (26/6/2019).

KOMPAS.com - Jakun adalah karakteristik fisik laki-laki yang muncul selama masa puber.

Menurut legenda barat, pria memiliki jakun karena nabi Adam yang melanggar perintah Tuhan untuk tidak memakan buah apel di surga. Karena kelalaiannya, potongan apel tersebut tersangkut di tenggorokan Adam, dan semua pria keturunannya kini hidup membawa bukti tersebut. Dari sinilah muncul istilah "Adam’s Apple", padanan kata bahasa Inggris untuk jakun.

Namun, lain dengan yang diyakini publik, perempuan juga punya jakun. Jadi, kalau ada orang yang menghina dina Lucinta Luna dengan mengatakan bahwa dirinya sebenarnya laki-laki karena punya jakun, alasannya kurang kuat.

Baca juga: Misteri Tubuh Manusia: Alasan Vagina Punya Bau Khas, Termasuk Amis

Semua manusia punya jakun

Jakun (dalam bahasa kedokteran disebut prominentia laryngea) adalah tonjolan di tengah tenggorokan yang terbuat dari tulang rawan tiroid, dinamakan demikian karena letaknya tepat di atas kelenjar tiroid.

Tulang rawan tiroid merupakan tulang rawan yang melindungi laring, struktur dalam leher tempat di mana pita suara berada untuk menghasilkan suara.

Baik pria dan wanita sama-sama memiliki tulang rawan tiroid, yang menjadi bagian dari anatomi leher manusia. Artinya, wanita juga memiliki jakun. Namun umumnya, ukuran jakun wanita tidak sebesar milik pria.

Jakun pria terlihat sangat jelas karena beberapa alasan. Pertama, struktur tulang leher pria lebih kokoh dan tebal daripada wanita, sehingga bisa menampilkan jakun yang sangat menonjol. Kedua, pria dan wanita melalui perubahan fisik yang berbeda selama masa puber.

Kapan kita mulai tumbuh jakun?

Anak perempuan dan laki-laki pada awalnya memiliki ukuran tulang rawan tiroid yang sama besar. Tapi begitu mereka mulai menginjak masa puber, anak laki dan perempuan melewati sejumlah perubahan fisik yang berbeda.

Selama puber, laring laki-laki bertumbuh dengan pesat berkat peningkatan hormon testosteron agar dapat memfasilitasi pita suara pria yang memang lebih tebal dan panjang. Inilah yang membuat suara pria dewasa lebih berat dan nge-bass.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X