Kompas.com - 01/07/2019, 18:02 WIB
Ilustrasi haji Kementerian Agama RIIlustrasi haji

KOMPAS.com - Ibadah haji menjadi dambaan bagi sebagian besar umat Muslim. Tapi, melaksanakan ibadah haji tak cukup berbekal dengan persiapan mental dan finansial saja.

Persiapan kesehatan pun tak boleh luput dari perhatian. Apalagi risiko penularan penyakit lebih besar mengingat faktor cuaca dan jemaah haji berjumlah jutaan.

Salah satu cara pencegahannya adalah dengan vaksinasi. Vaksin yang wajib diberikan bagi calon jemaah haji adalah vaksin Meningitis.

Meski wajib dilakukan, banyak calon jemaah haji yang masih belum memperhatikan vaksin perlindungan dari penyakit meningitis meningokokus itu.

Baca juga: Kedua Kaki Bocah Ini Diamputasi karena Meningitis, Penyakit Apa Itu?

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes RI, Eka Jusup Singka membeberkan alasan wajibnya pemberian vaksin meningitis ini. Melalui live streaming Instagram di akun @KemenkesRI, Eka menyebut ada beberapa alasan pentingnya vaksin meningitis.

"Vaksin meningitis itu penting karena pertama mencegah orang dari bahaya penyakit," ungkap Eka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kedua, aturan dari Saudi. Siapa pun yang masuk ke Saudi harus divaksin," tegasnya.

Eka juga menegaskan bahwa vaksin yang digunakan tersebut halal. Ini menjawab kekhawatiran sebagian besar umat Muslim di Indonesia tentang vaksin yang tidak halal.

"Jangan khawatir, ini halal," kata Eka.

"Batas waktu berlakunya (vaksin meningitis) dua tahun," tambahnya.

Untuk diketahui, sebenarnya, daerah endemik meningitis meningokokus adalah Afrika, Amerika Utara, Amerika Latin, dan Selandia Baru.

Namun demikian, saat melaksanakan ibadah haji, kita bertemu dengan orang dari berbagai belahan dunia termasuk dari negara-negara tersebut. Dengan kata lain, ada kemungkinan di antara jutaan jemaah haji ada yang membawa faktor risiko infeksi bakteri ini.

Apalagi, berada waktu yang lama dengan seseorang yang menjadi pembawa bakteri ini bisa mengingkatkan risiko infeksi hingga 800 kali.

Baca juga: Dikira Epilepsi, Kejang pada Bayi Iffah Ternyata Infeksi Meningitis

Gejala meningitis pun sering samar karena mirip dengan flu. Hanya saja, kondisi orang yang terinfeksi meningitis bisa dengan cepat menurun dan menunjukkan gejala utamanya seperti nyeri kepala, leher kaku, kulit kemerahan, hingga kejang.

Untuk itu, vaksinasi meningitis perlu dilakukan sebelum ibadah haji untuk mencegah infeksi bakteri tersebut.

Vaksinasi sebaiknya dilakukan 10 hari sebelum keberangkatan atau paling lama 2 tahun seperti kata Eka.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.