Cara Ilmuwan Rangsang Pertumbuhan Pembuluh Darah dengan Rumput Laut

Kompas.com - 30/06/2019, 18:07 WIB
Gambar mikroskopis fluoresens dari pembuluh darah yang baru terbentuk setelah injeksi hidrogel berbahan dasar rumpur laut pada otot. Warna hijau menunjukkan pembuluh darah sedangkan warna biru menunjukkan inti sel.Aurelien Forget, Roberto Gianni-Barrera, Andrea Banfi and Prasad Shastri, Author provided Gambar mikroskopis fluoresens dari pembuluh darah yang baru terbentuk setelah injeksi hidrogel berbahan dasar rumpur laut pada otot. Warna hijau menunjukkan pembuluh darah sedangkan warna biru menunjukkan inti sel.

Oleh Aurelien Forget


BIASANYA, luka kecil di kulit atau otot kita dapat sembuh dengan sendirinya.

Namun untuk luka yang dalam–seperti yang dialami pasien diabetes atau pada jaringan otot setelah serangan jantung–proses penyembuhan lebih sulit. Luka dalam seringkali membutuhkan perawatan yang lebih serius, dan pada akhirnya mungkin membutuhkan amputasi atau transplantasi jika penyembuhan tidak selesai.

Meski transplantasi organ dapat menyelamatkan nyawa, terdapat kekurangan organ yang tersedia untuk prosedur ini. Maka itu, metode alternatif diperlukan.

Teknologi seperti bioprinting telah digunakan dapat membangun organ yang berfungsi penuh di luar tubuh. Namun bagaimana jika kita dapat meningkatkan kemampuan regeneratif (memperbaiki sendiri sel rusak) tubuh kita sendiri? Mungkinkah pembuatan organ di dalam tubuh dilakukan?

Publikasi terbaru kami menunjukkan bahwa hanya dengan menyuntikkan gel yang diekstrak dari rumput laut yang dapat dimakan, kita dapat mengarahkan tubuh untuk membuat pembuluh darah stabil pada otot. Pembuluh darah ini adalah kunci membantu jaringan untuk hidup.

Temuan ini merupakan langkah penting menuju terapi regeneratif yang didasarkan hanya pada biomaterial.

Apa itu terapi regeneratif?

Terapi regeneratif (disebut juga sebagai pengobatan regeneratif) adalah bidang penelitian yang menggabungkan kedokteran, biologi molekuler, dan bioteknologi. Tujuannya adalah untuk merekayasa jaringan atau organ dan mengembalikan fungsi normal tubuh.

Contohnya adalah, bioprinting 3 dimensi yang berhasil membuat kornea untuk ditanamkan ditanamkan pada mata.

Sayangnya, pendekatan ini membutuhkan fasilitas pembuatan yang khusus. Sel-sel harus diisolasi, dibudidaya dalam sebuah bioreaktor, yaitu sebuah wadah khusus yang menyediakan lingkungan yang tepat untuk pertumbuhan jaringan. Sel-sel ini kemudian digunakan untuk membuat organ buatan dalam kondisi yang terkendali dan steril.

Proses biofabrikasi organ spesifik pasien. Steffen Harr

 

Sebuah pendekatan baru muncul beberapa tahun lalu. Pendekatan ini menggunakan tubuh untuk menghasilkan jenis jaringan atau sel tertentu, dan disebut bioreaktor in vivo (dalam tubuh). Cara ini awalnya dikembangkan untuk membuat tulang.

Untuk membuat jaringan dalam tubuh manusia, kita perlu memicu dan memanfaatkan kemampuan regeneratif kita sendiri. Meski sayangnya, manusia tidak sehebat salamander dalam hal ini: kita tidak bisa menumbuhkan kembali anggota tubuh baru.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X