Kompas.com - 30/06/2019, 09:40 WIB
Ilustrasi pertemanan FreepikIlustrasi pertemanan

KOMPAS.com – Saat kita masih anak-anak, berteman merupakan hal yang terjadi secara alami, tanpa kita sadari. Entah itu karena bertetangga, sering bertemu saat bermain bersama, atau berada di kelas satu kelas yang sama memudahkan anak-anak mendapat teman.

Namun, seiring bertambahnya usia, hubungan pertemanan menjadi begitu kompleks dan tidak semudah anak-anak. Setiap orang biasanya memiliki prioritas dan kepentingan yang berbeda, juga preferensi dan idealismenya sendiri.

Hal ini mengakibatkan kita lebih selektif dalam menjalin hubungan pertemanan, dan membagi setiap orang dalam kategori berbeda, misalnya sekedar kenalan, rekan, teman, sahabat dekat, rival, bahkan musuh.

Ketika masih muda, mungkin kita menganggap bahwa koneksi akan bertambah seiring meluasnya lingkup pergaulan, dan semakin tua kita akan memiliki banyak teman baru. Hubungan dengan kawan lama juga dianggap akan langgeng dan awet hingga masa tua nanti, tanpa perlu memelihara silaturahim dan interaksi yang konstan.

Baca juga: Demi Kesehatan, Jangan Lupa Bersilahturahmi Saat Lebaran Ini

Sayangnya, kenyataan berkata lain. Untuk menjalin koneksi yang intim diperlukan usaha dan kesepahaman antar kedua belah pihak, dan kesempatan untuk menjalin hal tersebut juga sifatnya terbatas serta bergantung pada kondisi dan situasi yang berubah-ubah.

Hubungan pertemanan yang telah lama terbentuk lambat laun akan mengalami perubahan, tidak lagi memiliki intensitas yang sama seperti dahulu. Apalagi jika frekuensi kontak dan bertemu langsung semakin berkurang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hasilnya, tidak sedikit orang dewasa yang merasa sendirian dan kesepian. Beberapa bahkan takut untuk mencoba memulai hubungan pertemanan dan mengisolasi diri dari kesempatan yang ada.

Permasalahan ini merupakan fenomena global yang sering dijumpai di berbagai belahan dunia, tanpa memandang latar belakang budaya yang berbeda-beda.

Lantas, bagaimana cara memulai pertemanan saat dewasa?

Salah satunya nampak begitu sederhana, yaitu menghabiskan waktu lebih banyak dengan seseorang yang ingin diajak berteman. Semakin sering frekuensi pertemuan, maka orang tersebut akan merasa familiar dan terbiasa akan keberadaan kita.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.