Kompas.com - 31/05/2019, 17:34 WIB
Ilustrasi Lebaran. ThinkStockIlustrasi Lebaran.

KOMPAS.com – Memasuki waktu mudik Lebaran seperti sekarang ini, Anda tentunya mulai kembali berkomunikasi dengan orang-orang yang Anda kenal namun jarang bertemu karena kepadatan aktivitas.

Momen mudik ini dapat dijadikan sebagai awal untuk menjaga hubungan baik dengan orang-orang tersebut. Pasalnya, studi menemukan bahwa hubungan baik dan koneksi sosial berperan besar bagi kesehatan, baik fisik maupun mental.

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh University of Carolina, individu yang memiliki relasi sosial kuat cenderung lebih sehat dan berisiko rendah untuk mengalami berbagai penyakit. Sebaliknya, individu yang merasa terisolasi memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap gangguan kesehatan.

Hal ini berlaku bagi seluruh kalangan, mulai dari remaja hingga manula.

Baca juga: Berapa Teman Sejati Kita? Studi Baru Ungkap Jawaban Tak Terduga

Sebagai contoh, orang tua berusia 57-91 tahun yang mengalami isolasi sosial memiliki risiko tekanan darah tinggi sebesar dua kali lipat dibanding mereka yang tidak merasakan isolasi. Hal ini dapat memicu kemunculan penyakit lain terkait tekanan darah, seperti diabetes dan penyakit jantung.

Contoh lain, remaja dalam rentang usia 12-18 tahun yang merasakan isolasi sosial memiliki risiko 27 persen lebih tinggi untuk mengalami inflamasi kronis. Hal ini juga berkaitan dengan tingkat aktivitas fisik harian, karena remaja yang mengalami isolasi umumnya tidak banyak menghabiskan waktu untuk aktivitas fisik intens.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Temuan ini penting untuk dapat mendorong seseorang untuk membangun hubungan sosial yang baik dan luas, serta meningkatkan kemampuan sosial. Berinteraksi dengan banyak orang sama pentingnya dengan mengonsumsi makanan sehat dan melakukan aktivitas fisik,” ujar Yang Claire Yang, peneliti University of North Carolina seperti dilansir dari Live Science.

Dalam studi yang sama, dilaporkan bahwa individu yang merasa terhubung dan memiliki ikatan sosial kuat dengan keluarga atau teman memiliki risiko gangguan kesehatan rendah.

Baca juga: Sering Sepemikiran dengan Teman, Ternyata Ini Alasannya

Remaja yang menyatakan bahwa mereka merasa menjadi bagian dari komunitas tertentu memiliki risiko obesitas 48 persen lebih rendah. Begitu pula pada orang dewasa yang menjaga frekuensi dan intensitas komunikasi dengan orang terdekatnya, di mana risiko untuk mengalami penyakit kardiovaskuler 54 persen lebih rendah.

“Tampaknya, terhubung dengan orang-orang di sekitar dan memiliki jejaring sosial yang cukup disertai dukungan darinya, baik secara kuantitas maupun kualitas, merupakan hal yang sangat penting,” ujar Yang.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BMKG : Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia Hingga 9 Desember

BMKG : Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia Hingga 9 Desember

Fenomena
Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Kita
Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Oh Begitu
Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Oh Begitu
Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Oh Begitu
Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Oh Begitu
Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Fenomena
[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

Oh Begitu
5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

Oh Begitu
Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Fenomena
4 Tahapan Siklus Menstruasi

4 Tahapan Siklus Menstruasi

Kita
Unik, Peneliti Temukan Fosil Dinosaurus Ekor Lapis Baja di Chili

Unik, Peneliti Temukan Fosil Dinosaurus Ekor Lapis Baja di Chili

Fenomena
Ukuran Gigi Taring Manusia Menyusut Seiring Waktu, Kok Bisa?

Ukuran Gigi Taring Manusia Menyusut Seiring Waktu, Kok Bisa?

Oh Begitu
Terkubur 1.700 Tahun, Vila Romawi Ditemukan di Lahan Pertanian Inggris

Terkubur 1.700 Tahun, Vila Romawi Ditemukan di Lahan Pertanian Inggris

Oh Begitu
Fakta-fakta Kelinci Laut, Siput Tanpa Cangkang yang Mirip Kelinci

Fakta-fakta Kelinci Laut, Siput Tanpa Cangkang yang Mirip Kelinci

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.