Keempat dalam Sejarah, Asteroid Mini Terdeteksi Sebelum Jatuh ke Bumi

Kompas.com - 26/06/2019, 18:07 WIB
Ilustrasi asteroid Ilustrasi asteroid

Pada ketinggian sekitar 32 kmdpl, asteroid mulai mengalami pemecah-belahan secara intensif. Dan pada ketinggian 28 kmdpl, kecepatan asteroid mendadak sangat diperlambat sehingga sebagian energinya terlepas dalam fenomena airburst.

Fenomena tersebut terekam melalui satelit cuaca GEOS pada kanal GLM (global lightning mapper) yang sejatinya digunakan untuk memetakan kejadian petir di seluruh dunia.

Di darat, fenomena airburst itu juga terekam oleh stasiun infrasonik Bermuda (2.000 km sebelah utara episentrum airburst). Dari stasiun infrasonik itulah diketahui asteroid 2019 MO memiliki energi kinetik 5 kiloton TNT dengan separuh diantaranya dilepaskan dalam airburst. Sebagai pembanding, bom nuklir Nagasaki berkekuatan 20 kiloton TNT.

Pelepasan energi airburst ini tidak berdampak apapun karena titiknya yang masih sangat tinggi terhadap paras Bumi.

Mungkin terdapat sisa-sisa pecahan asteroid yang bisa bertahan dari penghancuran di ketinggian atmosfer selama proses fragmentasi dan mendarat sebagai meteorit. Namun dengan lokasi jatuh meteorit di laut, jelas mustahil untuk bisa menemukannya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X