Kompas.com - 25/06/2019, 19:32 WIB
ilustrasi ayah dan bayi jacoblundilustrasi ayah dan bayi

Ada banyak faktor yang dapat berkontribusi pada perasaan depresi seorang pria saat menjadi ayah. Berikut ini adalah 3 hal paling umum yang biasa terjadi:

  • Tidak siap menjadi ayah. Biasanya, hal ini dipicu oleh kekhawatiran tentang tanggung jawab baru. Bagi Anda yang mengalami, mungkin Anda akan berpikir bahwa Anda punya sebuah tanggungan hidup, yaitu keluarga. Selain itu, banyak ayah yang berpikir kalau ini adalah sebuah momen berakhinya masa kebebasan Anda sebagai diri sendiri.
  • Kekhawatiran uang. Wajar dan umum bagi pria yang khawatir tentang masalah finansial yang akan dihadapi. Apalagi, kalau Anda menjadi satu-satunya yang bekerja menghasilkan uang. 
  • Takut dengan peran baru. Di sini, Anda mungkin khawatir dan bertanya-tanya, apakah Anda akan menjadi ayah yang baik atau tidak? Apalagi jika Anda punya kenangan buruk di masa kecil terkait sosok ayah, atau Anda ingin menjadi orangtua yang berbeda untuk anak Anda nantinya.  

Selain ketiga hal yang dikhawatirkan sosok ayah baru di atas, sebuah riset telah mengamati 5.000 keluarga terkait sindrom baby blues ini. Dari 5.000 orang, 10 persen ayah baru dinyatakan punya tingkat baby blues yang lebih tinggi daripada sindrom postpartum lainnya.

Penemuan penting ini wajib diketahui bagi para Anda orangtua baru. Mengapa demikian? Bukankah ini wajar?

Ya, memang wajar, tapi ada dampak besar yang harus segera ditangani oleh ahli. Ayah tidak bisa mengabaikan sindrom baby blues ini begitu saja.

Sindrom ini bisa memengaruhi kebahagiaan dan keharmonisan keluarga baru, karena Anda akan sulit untuk memberi dukungan ke istri (yang pasti juga akan mengalami perubahan hormon).

Lalu, ayah juga tidak bisa menikmati perannya dengan si bayi yang baru lahir. Jelas, kalau hal ini dibiarkan terlalu lama, bisa menjadi postpartum syndrome yang lebih berbahaya dampaknya.

Apa yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi baby blues pada ayah?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Berikan pengertian satu sama lain

Bila suami Anda mengalami sindrom baby blues seperti ini, penting untuk mengidentifikasinya terlebih dahulu.

Coba mulai atasi masalah dengan bicara dari hati ke hati. Dengarkan pasangan Anda dengan penuh empati untuk mengetahui titik cemas dan takut pasangan Anda.

Halaman:


Sumber
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.