Seri Baru Jadi Ortu: Apa Ayah Bisa Mengalami Baby Blues?

Kompas.com - 25/06/2019, 19:32 WIB
ilustrasi ayah dan bayijacoblund ilustrasi ayah dan bayi


KOMPAS.com - Tidak hanya ibu saja yang mengalami baby blues, nyatanya para ayah juga banyak yang mengalaminya.

Sebuah studi yang terbit di Journal Pediatric menemukan, seorang ayah juga dapat mengalami postpartum distress syndrome atau biasa dikenal dengan baby blues, pada minggu-minggu awal kelahiran bayi.

Apa itu baby blues?

Baby blues adalah perubahan pada mood dan emosi Anda, yang terjadi setelah melahirkan.

Gejala yang muncul saat ibu mengalami baby blues antara lain mudah sedih, hilang nafsu makan, lemas tak berdaya, dan muncul perasaan bersalah. Ini semua diakibatkan hormon yang berubah.

Baca juga: Waspada Baby Blues Mengintai Ibu Hamil, Kenali Gejala dan Penyebabnya

Baby blues pada wanita, biasanya terkait dengan perubahan hormonal setelah dirinya melahirkan, dan biasanya berlangsung tidak lama, hanya sekitar beberapa minggu di awal kehamilan.

Jika stres yang dialami terjadi dalam jangka waktu lama dan semakin membahayakan, dikhawatirkan menjadi gejala postpartum depression. Pada tahap depresi ini, butuh ada tindakan lebih lanjut oleh dokter atau psikolog.

Baby blues yang terjadi pada ayah

Baby blues yang terjadi pada ayah berbeda dengan baby blues yang terjadi akibat perubahan hormon pada wanita.

Pria yang menjadi ayah tentunya tidak mengalami fase hamil atau melahirkan. Nah, yang terjadi di sini adalah perubahan gejolak batin, di mana hal itu umum dan bisa mengubah keadaan diri seorang ayah.

Ada banyak faktor yang dapat berkontribusi pada perasaan depresi seorang pria saat menjadi ayah. Berikut ini adalah 3 hal paling umum yang biasa terjadi:

  • Tidak siap menjadi ayah. Biasanya, hal ini dipicu oleh kekhawatiran tentang tanggung jawab baru. Bagi Anda yang mengalami, mungkin Anda akan berpikir bahwa Anda punya sebuah tanggungan hidup, yaitu keluarga. Selain itu, banyak ayah yang berpikir kalau ini adalah sebuah momen berakhinya masa kebebasan Anda sebagai diri sendiri.
  • Kekhawatiran uang. Wajar dan umum bagi pria yang khawatir tentang masalah finansial yang akan dihadapi. Apalagi, kalau Anda menjadi satu-satunya yang bekerja menghasilkan uang. 
  • Takut dengan peran baru. Di sini, Anda mungkin khawatir dan bertanya-tanya, apakah Anda akan menjadi ayah yang baik atau tidak? Apalagi jika Anda punya kenangan buruk di masa kecil terkait sosok ayah, atau Anda ingin menjadi orangtua yang berbeda untuk anak Anda nantinya.  

Selain ketiga hal yang dikhawatirkan sosok ayah baru di atas, sebuah riset telah mengamati 5.000 keluarga terkait sindrom baby blues ini. Dari 5.000 orang, 10 persen ayah baru dinyatakan punya tingkat baby blues yang lebih tinggi daripada sindrom postpartum lainnya.

Penemuan penting ini wajib diketahui bagi para Anda orangtua baru. Mengapa demikian? Bukankah ini wajar?

Halaman Berikutnya
Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X