Kompas.com - 25/06/2019, 17:05 WIB
Salah satu ilustrasi dalam naskah Babad Diponogoro koleksi Leiden University Salah satu ilustrasi dalam naskah Babad Diponogoro koleksi Leiden University

KOMPAS.com – Leiden University saat ini tercatat sebagai penyimpan koleksi terbesar naskah dan dokumen bersejarah asal Indonesia. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, banyak dari koleksi tersebut menunjukkan tanda-tanda kerusakan fisik, terutama karena bahannya yang mudah lapuk, seperti kertas dan daun lontar.

Untuk itu, pihak Leiden University bersama dengan berbagai institusi asal Indonesia seperti LIPI dan Museum Nasional berupaya untuk menyimpan koleksi tersebut dalam bentuk digital.

Digitalisasi perpustakaan dan koleksi bersejarah ini bukan hanya sanggup mengabadikan naskah bernilai budaya dan historis tinggi, namun juga mempermudah akses secara meluas dan terbuka bagi berbagai pihak yang tertarik untuk mendalami dan mengadakan penelitian terhadap koleksi tersebut.

“Visi Leiden adalah membuka akses bagi siapa saja untuk dapat mengakses dan mengunduh koleksi yang kami miliki,” papar Marrik Bellen, Director KITLV-Jakarta dan Permanent Representative of Leiden University in Indonesia, yang ditemui saat seminar peringatan 50 tahun KITLV di Jakarta, Selasa (25/6/2019).

Baca juga: Pulangnya 75 Manuskrip Kuno Keraton Yogyakarta yang Dirampas Inggris

Saat ini, terdapat tiga karya sastra penting asal Indonesia yang telah disimpan dalam bentuk digital sebagai koleksi Leiden University Libraries, yaitu La Galigo, Babad Diponegoro, dan Panji Manuscript. Ketiganya saat ini telah tercatat sebagai Memories of The World UNESCO.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

La Galigo merupakan epos yang menceritakan mengenai asal usul manusia dan alam semesta dalam kebudayaan Bugis. Naskah ini terdiri dari 6.000 halaman berdasarkan tradisi lisan masyarakat Bugis, dan diduga ditulis pada abad 19 dan abad 20.

Sementara itu, Babad Diponegoro adalah autobiografi dari Pangeran Diponegoro. Naskah ini ditulis selama masa pengasingan Pangeran Diponegoro di Sulawesi Utara, dan mengisahkan perjuangan perlawanan pada awal masa pra-kemerdekaan.

Manuskrip Panji merupakan kisah petualangan Pangeran Panji untuk mencari dan menyelamatkan pasangannya, Putri Candra Kirana. Kisah yang berasal dari Tanah Jawa ini memiliki beragam versi dan cukup populer di kawasan Asia Tenggara selama abad 14-15.

Baca juga: AI Pecahkan Manuskrip yang Bingungkan Ilmuwan Selama Berabad-abad

Saat ini, Leiden University baru memiliki 50 buah Manuskrip Panji versi digital, dari total 20.000 buah.

“Banyak dari dokumen tersebut perlu direstorasi terlebih dahulu sebelum dilakukan proses digitalisasi, karena kondisinya kurang baik,” imbuh Bellen.

Selain mengupayakan digitalisasi untuk berbagai naskah kuno asal Indonesia lainnya, Leiden University juga berencana untuk mendokumentasikan surat kabar yang beredar di Indonesia, terutama dari abad 19 dan 20.

Surat kabar ini dapat digunakan untuk menelusuri peristiwa bersejarah serta menggambarkan kondisi sosial pada masa itu. Hal ini sesuai dengan misi ‘dekolonialisasi’ sejarah Indonesia pada era kolonial yang digagas oleh Leiden University.

“Studi dan dokumen bersejarah mengenai Indonesia banyak yang ditulis dalam bahasa Belanda, juga ditulis dari sudut pandang Eropa. Kita mengupayakan adanya dekolonialisasi sejarah Indonesia agar dapat dipelajari dan diketahui oleh peneliti Indonesia juga,” tutupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Saja Tantangan Merawat Anak dengan HIV?

Apa Saja Tantangan Merawat Anak dengan HIV?

Kita
5 Piramida Terbesar di Dunia, Ternyata Nomor 1 Bukan Di Mesir

5 Piramida Terbesar di Dunia, Ternyata Nomor 1 Bukan Di Mesir

Oh Begitu
5 Hal yang Harus Dilakukan untuk Menghindari Penyebaran Varian Omicron Menurut Pakar

5 Hal yang Harus Dilakukan untuk Menghindari Penyebaran Varian Omicron Menurut Pakar

Kita
Gunung Wycheproof, Gunung Terkecil di Dunia yang Berpenghuni

Gunung Wycheproof, Gunung Terkecil di Dunia yang Berpenghuni

Oh Begitu
Siswi SMA Jadi Korban Video Asusila Revenge Porn, Ini Saran Psikolog

Siswi SMA Jadi Korban Video Asusila Revenge Porn, Ini Saran Psikolog

Kita
Virus Corona Varian Omicron Terdeteksi di Malaysia dan Singapura

Virus Corona Varian Omicron Terdeteksi di Malaysia dan Singapura

Oh Begitu
Benarkah Obat Sotrovimab Efektif Lawan Omicron? Ini Kata Pakar UGM

Benarkah Obat Sotrovimab Efektif Lawan Omicron? Ini Kata Pakar UGM

Oh Begitu
Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

Fenomena
4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

Oh Begitu
BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia hingga 9 Desember

BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia hingga 9 Desember

Fenomena
Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Kita
Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Oh Begitu
Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Oh Begitu
Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Oh Begitu
Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.