AI Pecahkan Manuskrip yang Bingungkan Ilmuwan Selama Berabad-abad

Kompas.com - 31/01/2018, 16:35 WIB
Manuskrip Voynich yang disimpan di lemari besi Universitas Yale ini adalah salah satu buku paling misterius di dunia. Ia ditulis dalam huruf-huruf dan gambar-gambar yang aneh, seperti tanaman yang belum pernah ditemukan di bumi dan wanita-wanita telanjang. CESAR MANSOManuskrip Voynich yang disimpan di lemari besi Universitas Yale ini adalah salah satu buku paling misterius di dunia. Ia ditulis dalam huruf-huruf dan gambar-gambar yang aneh, seperti tanaman yang belum pernah ditemukan di bumi dan wanita-wanita telanjang.
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Semenjak ditemukan pada abad ke-19, manuskrip Voynich telah membingungkan para sejarawan dan kriptografer, termasuk para pemecah kode pada masa Perang Dunia I dan II, yang ingin mengetahui artinya.

Manuskrip dari abad ke-15 ini ditulis tangan menggunakan huruf yang tidak kita kenal dan diilustrasikan dengan gambar-gambar tanaman yang tidak dapat diidentifikasi, observasi astronomi, dan figur manusia telanjang.

Anda bersama beberapa ilmuwan mungkin berpikir bahwa manuskrip misterius ini hanyalah hoax, tetapi penelitian menggunakan teknik modern menunjukkan bahwa isi manuskrip Voynich memiliki arti yang sebetulnya dapat diterjemahkan.

Kini, kita telah berhasil membuat sebuah langkah baru dalam pemahaman manuskrip Voynich. Sebuah kecerdasan buatan (AI) dari sekelompok ilmuwan komputer di University of Alberta telah berhasil menentukan bahasa dari huruf-huruf yang digunakan dalam manuskrip tersebut.

Baca juga : Manuskrip Bapak Kedokteran Barat Ditemukan di Biara Terpencil Mesir

Setelah mempelajari naskah Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia dalam 380 bahasa, AI tersebut berhasil menentukan bahwa bahasa yang digunakan oleh manuskrip Voynich kemungkinan besar adalah Ibrani.

Profesor Greg Kondrak yang memimpin penelitian mengatakan, hal ini sangat mengejutkan. Untuk bisa menentukan bahwa ini adalah Ibrani adalah langkah pertama, langkah berikutnya adalah menerjemahkannya.

Kondrak dan muridnya Bradley Hauer pun kembali membuat AI untuk menerjamahkan isi manuskrip Voynich yang menurut mereka dan ilmuwan-ilmuwan sebelumnya, ditulis secara alphagram atau acak secara alfabet.

“Ternyata 80 persen dari kata-kata ini ada di kamus Ibrani, tetapi kita tidak tahu apakah masuk akal bila dibaca secara keseluruhan,” ujarnya.

Baca juga : Surat Einstein kepada Roosevelt, Kisah Dokumen yang Mengubah Dunia

Sayangnya, pembicara bahasa Ibrani asli, Professor Moshe Koppel, yang menjadi konsultan Kondrak dan Hauer mengonfirmasikan dugaan mereka. Koppel berkata bahwa kalimat pertama yang diterjemahkan Kondrak dan Hauer saja tidak membentuk kalimat yang tepat dalam bahasa Ibrani.

Berdasarkan masukan dari Koppel dan para peneliti komputer lainnya, Kondrak dan tim kemudian memperbaiki pengejaan dan menerjemahkannya menjadi: “Dia membuat rekomendasi kepada sang pendeta, pria dari rumah tersebut dan aku dan orang-orang”.

Kondrak mengatakan, ini adalah kalimat yang aneh untuk memulai sebuah manuskrip, tetapi bisa dimengerti.

Dipublikasikan dalam jurnal Transactions of the Association for Computational Linguistics, Kondrak dan tim mengonklusikan bahwa Voynich ditulis dalam bahasa Ibrani dengan huruf yang ditata ulang mengikuti aturan tertentu.

Temuan ini, kata Kondrak, akan membantu para sejarawan Ibrani kuno untuk memulai kolaborasi dalam menerjemahkan manuskrip tersebut. Dia pun akan menggunakan teknik serupa terhadap dokumen-dokumen kuno lain yang masih misterius.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X