Penemuan yang Mengubah Dunia: Panel Surya, demi Energi Lebih Bersih

Kompas.com - 20/06/2019, 21:37 WIB
Panel surya di PLTS Daruba saat kunjungan Kamis (26/4/2018)KOMPAS.com/Yoga Hastyadi Widiartanto Panel surya di PLTS Daruba saat kunjungan Kamis (26/4/2018)

KOMPAS.com - Pemanasan global dan perubahan iklim telah menjadi perhatian banyak warga dunia beberapa tahun terakhir. Ini kemudian membuat pencarian dan penggunaan energi terbarukan terus dicanangkan.

Salah satu dari metode pencarian energi terbarukan adalah penggunaan panel surya atau juga kerap disebut solar panel.

Tujuannya adalah menggunakan cahaya matahari untuk membuat energi yang lebih bersih. Dalam beberapa tahun belakangan, solar panel banyak digunakan oleh berbagai negara.

Namun, tahukah Anda sejak kapan solar panel dibuat dan digunakan?

Baca juga: Panel Surya Tak Berfungsi saat Mendung, Mitos Atau Fakta?

Untuk menjawab hal tersebut, kita kembali pada tahun 1839 ketika fisikawan muda Edmond Becquerel menemukan efek fotovoltaik. Efek ini adalah proses yang menghasilkan tegangan atau arus listrik ketika terkena cahaya atau energi radiasi.

Terinspirasi dari karya ini, ahli matematika Peracis bernama Augustin Mouchot mulai membuat mesin bertenaga surya pada 1860-an. Tapi, ini jauh dari bayangan panel surya yang kita ketahui saat ini.

Tahun 1883, Charles Fritts dari New York menciptakan panel surya pertama dengan melapisi selenium dengan lapisan tipis emas.

Menurut Fritts, modul buatannya menghasilkan arus yang kontinyu, konstan, dan berkekuatan cukup besar. Tapi pada kenyataanny, panel surya buatan Fritts berdampak rendah.

1888, Edward Weston menerima paten dari solar panel buatannya. Dia membalikkan cara kerja bola lampu pijar.

Dengan kata lain, panel surya buatan Weston bekerja dengan mengubah panas menjadi listrik.

Hampir satu dekade kemusian, Harry Reagan dari Amerika menerima paten untuk baterai termal. Alat ini berfungsi untuk menyimpan dan melepaskan energi panas.

Jika panel surya yang kita kenal sekarang menyimpan energi listrik, buatan Reagan justru menyimpan energi panas sebelum nantinya diubah.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X