Berbagai Manfaat Panel Surya, dari Ramah Lingkungan sampai Hemat

Kompas.com - 20/06/2019, 18:08 WIB
Ilustrasi energi SHUTTERSTOCKIlustrasi energi

 

KOMPAS.com – Seiring dengan peningkatan wawasan masyarakat terhadap isu lingkungan, publik semakin tertarik untuk menerapkan gaya hidup hijau dengan cara mengurangi jejak ekologis (ecological footprint) sebesar mungkin.

Selain dengan mengurangi penggunaan sampah plastik, hal lain yang saat ini mulai diminati adalah pemakaian energi terbarukan, seperti panel surya.

Selama ini, pemakaian panel surya dianggap sebagai sumber energi yang demokratis karena secara teoritis dapat diakses oleh seluruh penduduk, terutama di negara beriklim tropis seperti Indonesia.

Indonesia juga diunggulkan karena memiliki posisi geografis yang tepat berada di khatulistiwa, sehingga menerima paparan cahaya Matahari yang konstan selama satu tahun.

Baca juga: Pakar Sebut Hanya Ada Satu Jenis Energi yang Bisa Selamatkan Bumi

Penggunaan panel surya bukan hanya dapat mengurangi biaya listrik harian, namun juga dapat mengurangi emisi karbon. Sebab, sebagian besar produksi listrik di Indonesia masih bergantung pada bahan bakar fosil, khususnya batubara.

Saat ini, diperkirakan bahwa biaya yang dibutuhkan untuk pemasangan panel surya berkisar sekitar Rp 14 juta untuk kapasitas 1 KWp. Meski terbilang cukup mahal, tetapi penggunaan panel surya dapat dianggap sebagai investasi jangka panjang karena dapat menghemat beban biaya listrik sekitar 30 persen.

Panel surya juga relatif mudah untuk dipasang, karena hanya membutuhkan ruang kecil dan umumnya dipasang di atap sebagai PLTS atap.

Keunggulan lainnya, PLTS atap dapat menyediakan energi selama masih mendapatkan paparan cahaya Matahari.

“Panel surya dapat tetap menghasilkan energi bahkan saat mendung atau hujan sekalipun. Walau kena hujan atau tertutup bayangan, listrik masih tetap ada,” jelas Edwin Widjonarko, Director of Technology dari Xurya, startup lokal penyedia jasa PLTS atap, saat ditemui di Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Baca juga: Blue Bird Listrik Hadir, Saatnya Indonesia Membangun Pabrik Baterai Lithium Ion

Edwin menjelaskan bahwa saat intensitas cahaya berkurang, bukan berarti panel surya tidak dapat menghasilkan listrik sama sekali, hanya saja terjadi penurunan performa.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X