Kompas.com - 17/06/2019, 17:00 WIB

KOMPAS.com - Semangat "go green" atau kembali pada kegiatan ramah lingkungan makin marak dilakukan. Salah satu yang paling mendapat perhatian dunia adalah penggunaan bahan bakar mesin yang ramah lingkungan.

Ternyata, semangat ini tidak hanya dilakukan pada kegiatan berkendara sehari-hari. Badan Antariksa AS (NASA) juga mengadopsi semangat menggunakan bahan bakar ramah lingkungan untuk membawa para astronot ke angkasa.

Untuk itu, NASA sedang berencana menguji coba alternatif bahan bakar "hijau" ke luar angkasa pertama kalinya.

Uji coba ini dinamai Misi Infus Propelan Hijau NASA (GPIM). Misi ini akan diluncurkan dengan roket Falcon Heavy milik SpaceX pada 24 Juni mendatang.

Baca juga: NASA Ingin Ubah Tanah Mars Jadi Bahan Bakar Roket

GPIM sendiri adalah pesawat ruang angkasa kecil berbentuk kotak yang akan ditenagai oleh teknologi "hijau". Dengan pesawat antariksa ini, NASA menguji propelan rendah toksisitas di luar angkasa.

Propelan sendiri adalah bahan bakar yang digunakan untuk memberi tenaga pada pesawat ruang angkasa. Propelan hijau yang akan diuji coba merupakan campuran bahan bakar / pengoksidasi hidroksil amonium nitrat yang disebut AF-M315E.

Bahan tersebut akan berfungsi sebagai alternatif untuk hidrazin, senyawa yang sangat beracun yang digunakan dalam bahan bakar roket untuk menggerakkan satelit dan pesawat ruang angkasa.

"Sangat penting bahwa kami mengembangkan teknologi yang meningkatkan perlindungan bagi bagian peluncuran dan lingkungan, dan yang berpotensi mengurangi biaya," ungkap Steve Jurczyk, associate administrator Direktorat Misi Teknologi Antariksa NASA dikutip dari Space.com, Minggu (16/06/2019).

Uji coba ini akan menandai langkah lain NASA untuk menyediakan bahan bakar alternatif yang berkelanjutan dan efisien untuk perjalanan antariksa.

Sebagai informasi, saat ini, sebagian besar pesawat ruang angkasa menggunakan hidrazin. Tetapi, bahan bakar baru NASA ini akan memberi alternatif baru.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber SPACE.COM
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tuberkulosis Jadi Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia, Menkes Jabarkan Upaya Penanganannya

Tuberkulosis Jadi Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia, Menkes Jabarkan Upaya Penanganannya

Kita
Lukisan 3 Sosok Misterius Berkepala Besar Ditemukan di Tanzania, Mengejutkan Arkeolog

Lukisan 3 Sosok Misterius Berkepala Besar Ditemukan di Tanzania, Mengejutkan Arkeolog

Oh Begitu
Layanan Operasi Bedah Robotik Jarak Jauh, Bantu Dokter Rawat Pasien di Daerah

Layanan Operasi Bedah Robotik Jarak Jauh, Bantu Dokter Rawat Pasien di Daerah

Oh Begitu
Sebanyak 30 Peneliti Indonesia Jalani Program Kepemimpinan Ilmuwan, Siapa Saja?

Sebanyak 30 Peneliti Indonesia Jalani Program Kepemimpinan Ilmuwan, Siapa Saja?

Oh Begitu
Angka Stunting Indonesia 24,4 Persen, 7 Provinsi Catat Kasus Tertinggi

Angka Stunting Indonesia 24,4 Persen, 7 Provinsi Catat Kasus Tertinggi

Kita
Suhu Terasa Dingin, Apakah Sudah Masuk Musim Kemarau?

Suhu Terasa Dingin, Apakah Sudah Masuk Musim Kemarau?

Fenomena
3 Jenis Kelainan Jantung yang Banyak Dialami Jemaah Haji Indonesia

3 Jenis Kelainan Jantung yang Banyak Dialami Jemaah Haji Indonesia

Oh Begitu
Pengertian Satelit dan Jenis-jenisnya

Pengertian Satelit dan Jenis-jenisnya

Oh Begitu
Spesies Baru Kantong Semar, Cari Mangsa dengan Cara yang Tak Biasa

Spesies Baru Kantong Semar, Cari Mangsa dengan Cara yang Tak Biasa

Oh Begitu
Mengapa Berang-berang Laut Berpegangan Tangan Saat Tidur?

Mengapa Berang-berang Laut Berpegangan Tangan Saat Tidur?

Oh Begitu
Badai Matahari Mengejutkan dengan Potensi Gangguan Telah Menghantam Bumi

Badai Matahari Mengejutkan dengan Potensi Gangguan Telah Menghantam Bumi

Fenomena
Proses Pembentukan Mineral

Proses Pembentukan Mineral

Oh Begitu
Udang dan Cacing Jadi Hewan Pertama yang Pulih Usai Kepunahan Massal 252 Juta Tahun Lalu

Udang dan Cacing Jadi Hewan Pertama yang Pulih Usai Kepunahan Massal 252 Juta Tahun Lalu

Oh Begitu
Pfizer-BioNTech Uji Coba Vaksin Covid-19 Generasi Baru, seperti Apa?

Pfizer-BioNTech Uji Coba Vaksin Covid-19 Generasi Baru, seperti Apa?

Oh Begitu
Fosil Tengkorak Manusia Purba Berusia 3,4 Juta Tahun Ditemukan di Goa Afrika Selatan

Fosil Tengkorak Manusia Purba Berusia 3,4 Juta Tahun Ditemukan di Goa Afrika Selatan

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.