Kenapa Sih Kita Mudah Marah kalau Membahas Politik?

Kompas.com - 17/06/2019, 13:37 WIB
Ilustrasi emosi dan marahKristinaJovanovic Ilustrasi emosi dan marah

KOMPAS.com — Beberapa bulan belakangan, nampaknya kehidupan sosial kita diwarnai berbagai kabar sekitar isu politik, entah itu di media sosial maupun dalam interaksi sehari-hari.

Isu ini seolah membelah masyarakat menjadi beberapa kubu yang saling berseteru. Akibatnya, banyak orang mudah terpancing emosi ketika muncul kabar yang dianggap menyerang kelompoknya meski kebenarannya masih simpang siur.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah kondisi emosional kita memang mudah dipengaruhi orang lain? Dan mengapa beberapa orang memiliki respons emosional berbeda dalam menanggapi suatu peristiwa?

Berdasarkan studi yang dilakukan pakar psikologi Stanford University, motivasi seseorang memiliki peran penting dalam bagaimana seseorang merespons suatu kabar, serta bagaimana kabar tersebut memengaruhi emosinya.

Baca juga: Marah Usai Nonton “Sexy Killers”? Buat Perubahan dengan Tindakan Ini

Studi menunjukkan, orang yang bersikap tenang dan tidak terlalu peduli pada suatu kabar tidak mudah terpengaruh oleh kemarahan orang lain.

Sementara orang yang sejak awal merasa gelisah dan tidak puas akan sesuatu lebih cepat tersulut amarahnya.

Peneliti mengamati, orang yang memiliki keinginan untuk marah akan merasa lebih emosional saat mengetahui orang lain memendam perasaan marah yang sama.

Hal ini menciptakan kondisi yang dikenal dengan istilah echo chamber di mana seseorang yang semula merasa marah hanya fokus mencari sesuatu yang membuatnya lebih emosional untuk membenarkan perasaannya. 

Studi ini dilakukan dengan memeriksa reaksi kemarahan107 partisipan terhadap beberapa kejadian terkait politik yang dapat memicu emosi mereka.

Hal ini dilakukan lewat beberapa foto yang dianggap sensitif, seperti foto pembakaran bendera Amerika Serikat dan gambar-gambar skandal penyiksaan tahanan oleh tentara Amerika Serikat di penjara Abu Ghraib, Irak.

Hasilnya, partisipan yang semula menunjukkan sikap tenang memiliki peluang tiga kali lipat dipengaruhi pendapatnya oleh orang yang juga menunjukkan ekspresi tenang, dibandingkan dengan orang yang emosional.

Sebaliknya, orang yang menunjukkan kegelisahan dan kecemasan cenderung lebih mudah dipengaruhi oleh orang yang bersikap emosional dibanding orang yang bersikap tenang.

"Kita telah lama mengetahui bahwa orang sering kali mencoba untuk mengatur emosi mereka saat menghadapi permasalahan. Rangkaian studi ini menunjukkan bahwa tiap orang juga dapat mengatur bagaimana sikap mereka saat dipengaruh oleh emosi orang lain," ujar James Gross, profesor psikologi dari School of Humanities and Sciences, Stanford University, dilansir dari Medical Xpress.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Benarkah Kecanduan Main 'Game' Sebabkan Gangguan Jiwa? Ini Kata Dokter

Benarkah Kecanduan Main "Game" Sebabkan Gangguan Jiwa? Ini Kata Dokter

Oh Begitu
Gerhana Bulan Sebagian Rabu Dini Hari, Bakal Ditemani 2 Planet Ini

Gerhana Bulan Sebagian Rabu Dini Hari, Bakal Ditemani 2 Planet Ini

Oh Begitu
Penyebab Gempa Bali, Ada Geliat di Lempeng Indo-Australia

Penyebab Gempa Bali, Ada Geliat di Lempeng Indo-Australia

Oh Begitu
Viral Video Ribuan Ikan Terdampar di Pantai Canggu, Dikaitkan Gempa Bali Hari Ini, Benarkah?

Viral Video Ribuan Ikan Terdampar di Pantai Canggu, Dikaitkan Gempa Bali Hari Ini, Benarkah?

Oh Begitu
Gempa Bermagnitudo 6 Guncang Bali, BMKG Ungkap Sebab dan Keunikannya

Gempa Bermagnitudo 6 Guncang Bali, BMKG Ungkap Sebab dan Keunikannya

Oh Begitu
Durasi Gerhana Bulan Sebagian pada Rabu Dini Hari, Ini Daftarnya...

Durasi Gerhana Bulan Sebagian pada Rabu Dini Hari, Ini Daftarnya...

Fenomena
Panduan Lihat Gerhana Bulan Sebagian Rabu Dini Hari, Gerhana Bulan Kasatmata Terakhir hingga 2021

Panduan Lihat Gerhana Bulan Sebagian Rabu Dini Hari, Gerhana Bulan Kasatmata Terakhir hingga 2021

Oh Begitu
Saksikan Gerhana Bulan Kasatmata Terakhir Malam Ini, Takkan Terjadi hingga 2021

Saksikan Gerhana Bulan Kasatmata Terakhir Malam Ini, Takkan Terjadi hingga 2021

Fenomena
Spesial, Jangan Lewatkan Gerhana Bulan Sebagian pada Rabu Dini Hari

Spesial, Jangan Lewatkan Gerhana Bulan Sebagian pada Rabu Dini Hari

Fenomena
5 Fakta Matahari di Atas Kabah, Waktu Hingga Cara Sempurnakan Kiblat

5 Fakta Matahari di Atas Kabah, Waktu Hingga Cara Sempurnakan Kiblat

Fenomena
Gempa Hari Ini: 5 Kali Guncangan, Wilayah Mana Saja?

Gempa Hari Ini: 5 Kali Guncangan, Wilayah Mana Saja?

Kita
Tak Ada Toilet di Misi Apollo, Begini Cara Neil Armstrong Buang Hajat

Tak Ada Toilet di Misi Apollo, Begini Cara Neil Armstrong Buang Hajat

Oh Begitu
Pria Inggris Jadi Buta karena Pakai Lensa Kontak Saat Mandi, Kok Bisa?

Pria Inggris Jadi Buta karena Pakai Lensa Kontak Saat Mandi, Kok Bisa?

Fenomena
Sains Diet, Kuning Telur Perlu Dihindari atau Tidak?

Sains Diet, Kuning Telur Perlu Dihindari atau Tidak?

Oh Begitu
Matahari Tepat di Atas Kabah, Waktunya Cek Ulang Arah Kiblat

Matahari Tepat di Atas Kabah, Waktunya Cek Ulang Arah Kiblat

JEO
Close Ads X