Kenapa Menonton Film Sedih Justru Bikin Kita Bahagia? Sains Jelaskan

Kompas.com - 16/06/2019, 17:02 WIB
Ilustrasi menonton TV Ilustrasi menonton TV

Kondisi ini akan memunculkan rasa panas dan nyeri di otot kaki, yang dapat dikurangi lewat pelepasan hormon endorfin.

Hasilnya, kelompok penonton Stuart: A Life Backwards mampu melakukan Roman chair lebih lama ketimbang mereka sendiri sebelum menonton, serta ketimbang kelompok kedua penonton dokumenter non drama.

Dilaporkan pula dalam kelompok ini, setiap partisipan menjadi lebih dekat satu sama lain karena telah mengalami perasaan sedih secara kolektif.

Baca juga: Posesif, Bagaimana agar Kisah dalam Film Itu Tak Terjadi pada Anda?

Sebuah studi serupa di tempat lain juga menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda.

Silvia Knobloch Westerwick, seorang pakar komunikasi, bersama koleganya di Ohio State University melaporkan, menyaksikan tragedi bisa meningkatkan perasaan bahagia dalam jangka waktu tertentu.

Studi yang dipublikasikan di jurnal Communication Research ini melibatkan 361 mahasiswa untuk menonton film Atonement, mengisahkan sepasang kekasih yang terpisah dan meninggal akibat kekerasan saat perang.

Sebelum dan sesudah menonton, tiap partisipan diminta menjawab pertanyaan untuk mengukur tingkat kebahagiaan dan kepuasan atas hidup masing-masing.

Pasca menonton, partisipan diminta untuk menilai film tersebut dan menulis mengenai bagaimana efek film terhadap refleksi diri, tujuan hidup, hubungan dan kehidupan mereka secara umum.

Hasilnya, partisipan yang merasa sedih saat menonton cenderung menulis mengenai orang terdekat mereka.

"Manusia cenderung menggunakan tragedi untuk merefleksikan hubungan yang dianggap penting dalam kehidupan masing-masing. Ini dapat menjelaskan mengapa kisah tragis sangat populer, meski memancing kesedihan," terang Westerwick.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X