Kompas.com - 12/06/2019, 17:33 WIB
Jerapah Luca Galuzzi - www.galuzzi.itJerapah

Namun gagasan ini mulai ditinggalkan setelah muncul sudut pandang sangat berbeda tentang gagasan evolusi jerapah.

Studi terbaru menunjukkan, leher panjang jerapah tidak ada hubungannya dengan penarian makanan namun terkait dengan masalah seks jerapah.

Seleksi seksual jerapah

Melansir Science ABC, teori terbaru menunjukkan bahwa leher panjang jerapah adalah hasil seleksi seksual, yakni untuk memenangkan jerapah betina, pejantan harus mengembangkan leher panjang.

Di sabana Afrika dua jerapah jantan akan bertarung dengan mengikatkan leher satu sama lain demi mendapatkan betina.

Kedua jerapah jantan akan berdiri berdampingan, mengayunkan bagian belakang kepala masing-masing untuk berduel dengan lawan.

Kalau manusia adu kepala bakal sakit dan mungkin membuat sangat pusing, tengkorak jerapah memiliki lapisan sangat tebal sehingga duel semacam ini tidak akan ada masalah untuk mereka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala jerapah bak palu super kuat yang bisa mematahkan tulang lawan.

Dengan demikian, memiliki leher yang panjang dan kuat akan memberikan keunggulan dalam duel tersebut.

Ahli juga menemukan, jerapah jantan dengan leher panjang tidak hanya cenderung menang lebih sering tapi juga lebih diminati jerapah betina.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.