Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 12/06/2019, 17:00 WIB
Resa Eka Ayu Sartika

Editor

Sumber

KOMPAS.com - Ginjal adalah salah satu organ vital tubuh yang rentan terkena berbagai macam masalah. Salah satunya adalah pielonefritis, yang mulanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus dalam kandung kemih.

Kondisi ini bisa memengaruhi ginjal hingga akhirnya menyebabkan infeksi. Maka itu, penting untuk mencermati berbagai gejala infeksi ginjal agar bisa segera terdeteksi sebelum terlambat.

Apa saja gejala infeksi ginjal? Beberapa hal berikut ini dapat menandai adanya infeksi virus atau bakteri pada ginjal Anda:

Baca juga: Terlalu Banyak Konsumsi Vitamin D, Pria Kanada Berujung Gagal Ginjal

1. Sering buang air kecil

Tanda awal yang paling sering dialami orang dengan infeksi ginjal adalah hasrat untuk buang air kecil terus-menerus, menurut Charles Modlin, MD, MBA, seorang ahli urologi di Cleveland Clinic. Hasrat ini dalam masyarakat Jawa sering disebut dengan anyang-anyangan.

Ini karena bakteri penyebab infeksi ginjal dapat berjalan ke kandung kemih dan mengakibatkan iritasi, sehingga memicu keinginan untuk buang air kecil meskipun kandung kemih sedang kosong.

2. Ada darah dalam urin

Munculnya darah dalam urin merupakan salah satu gejala infeksi ginjal. Pasalnya, tubuh sedang berusaha untuk melawan bakteri penyebab infeksi, yang akhirnya memicu sel darah merah keluar melalui urin.

Anda pun melihat kondisi ini sebagai darah dalam urin.

3. Nyeri punggung

Ginjal terletak di bagian belakang rongga perut, sehingga cenderung lebih dekat dengan punggung. Ginjal yang mengalami infeksi akan membengkak dan menekan bagian punggung bawah.

Akibatnya, timbul rasa nyeri punggung sebagai gejala infeksi ginjal.

4. Sakit saat buang air kecil

Bakteri penyebab infeksi ginjal tidak hanya menggerogoti lapisan ginjal dan kandung kemih saja. Namun, masuk ke jaringan saraf kandung kemih yang kemudian mengakibatkan timbul rasa tidak nyaman saat buang air kecil.

Baca juga: Misteri Tubuh Manusia, Minum Air Berlebih Justru Bahaya untuk Ginjal

5. Urin berwarna keruh dan berbau

Tubuh yang sedang mengalami infeksi, punya sinyal otomatis untuk memproduksi banyak sel darah putih guna melawan bakteri penyebab infeksi. Nah, warna urin yang keruh disebabkan oleh jumlah sel darah putih yang meningkat dalam tubuh.

Sementara bau urin yang tidak sedap adalah hasil dari fermentasi bakteri penyebab infeksi. Namun, Dr. Modlin menuturkan lebih lanjut bahwa kondisi ini juga bisa terjadi bila Anda mengalami dehidrasi.

6. Demam

Demam sebagai gejala infeksi kandung kemih dipicu oleh meningkatkan respons kekebalan tubuh. Akibatnya, suhu tubuh akan mengalami peningkatan.

Dalam beberapa kasus, demam bisa disertai dengan munculnya keringat dingin.

7. Ada nanah dalam urin

Nanah dalam urin disebabkan oleh infeksi parah dalam kandung kemih. Kondisi ini terjadi karena ada penumpukan sel darah putih dan bakteri yang keluar bersama urin, dituturkan oleh Dr. Nicole Ali, MD, seorang ahli nefrologi di NYU Langone Health.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber
Video rekomendasi
Video lainnya


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seberapa Akurat Ingatan Masa Kecil Kita?

Seberapa Akurat Ingatan Masa Kecil Kita?

Kita
Seperti Apa Gejala Virus Nipah yang Parah?

Seperti Apa Gejala Virus Nipah yang Parah?

Oh Begitu
Seperti Apa Hiu Tertua yang Berusia Ratusan Tahun?

Seperti Apa Hiu Tertua yang Berusia Ratusan Tahun?

Oh Begitu
Apakah Ikan Air Asin Bisa Hidup di Air Tawar?

Apakah Ikan Air Asin Bisa Hidup di Air Tawar?

Oh Begitu
8 Cara Menjaga Kesehatan Saat Cuaca Panas Ekstrem

8 Cara Menjaga Kesehatan Saat Cuaca Panas Ekstrem

Oh Begitu
Apa Penyebab Cuaca Panas Ekstrem di Indonesia?

Apa Penyebab Cuaca Panas Ekstrem di Indonesia?

Oh Begitu
Mengapa Tidak Ada Narwhal di Penangkaran?

Mengapa Tidak Ada Narwhal di Penangkaran?

Oh Begitu
Bagaimana Wortel Bisa Berwarna Oranye?

Bagaimana Wortel Bisa Berwarna Oranye?

Oh Begitu
Apakah Aman Makan Sushi?

Apakah Aman Makan Sushi?

Kita
Fakta Menarik Kentut, Hasilkan 500 Mililiter Gas Per Hari (Bagian 1)

Fakta Menarik Kentut, Hasilkan 500 Mililiter Gas Per Hari (Bagian 1)

Kita
Apa yang Harus Dilakukan untuk Mengelola Sampah?

Apa yang Harus Dilakukan untuk Mengelola Sampah?

Kita
Sains Jelaskan Manfaat Jus Bawang Bombai untuk Rambut Rontok

Sains Jelaskan Manfaat Jus Bawang Bombai untuk Rambut Rontok

Oh Begitu
Apa Manfaat Air Cucian Beras untuk Kesehatan?

Apa Manfaat Air Cucian Beras untuk Kesehatan?

Oh Begitu
Penyebab Cegukan dan Cara Mengatasinya

Penyebab Cegukan dan Cara Mengatasinya

Oh Begitu
Mengapa Ikan Bau Amis?

Mengapa Ikan Bau Amis?

Oh Begitu
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com