Kenangan Tak Menyenangkan Saat Liburan Bisa Dimanipulasi, Ini Caranya

Kompas.com - 12/06/2019, 13:04 WIB
Ilustrasi memori Ilustrasi memori

KOMPAS.com – Masa libur Lebaran dan cuti bersama memang telah berakhir minggu ini, dan saatnya kembali ke rutinitas harian seperti sebelumnya.

Namun tak dipungkiri, kenangan akan peristiwa yang terjadi selama liburan tetap eksis dalam memori dan pikiran kita.

Hal ini normal, akan menjadi masalah hanya jika kenangan atau pengalaman buruk tentang liburan kemarin terus kita ingat hingga menimbulkan perasaaan tidak nyaman.

Lantas, mungkinkah kita dapat menyortir kenangan tersebut? Bagaimana caranya? Ternyata, menurut sains kita dapat melakukan hal tersebut.

Baca juga: 5 Tips Mengatasi Rasa Malas Usai Libur Panjang, Menurut Sains

Memori yang kita simpan tidak selalu mencerminkan kejadian yang sesungguhnya. Otak menyimpan seluruh informasi yang kita terima, namun hanya memfokuskan beberapa fragmen tertentu dari pengalaman yang kita anggap berkesan saja.

Memori kita juga memiliki kecenderungan untuk mengingat akhir suatu kejadian dibanding saat berlangsungnya kejadian itu sendiri.

Sifat otak dan memori ini dapat kita manfaatkan untuk merangkai kenangan yang ingin kita ingat dalam jangka panjang dan tentunya yang membuat kita merasa bahagia, sekaligus membuang kenangan yang tidak ingin kita ingat kembali.

"Masa liburan terdiri dari tiga bagian, waktu sebelum liburan, waktu liburan, dan waktu setelahnya. Masa yang terpendek adalah waktu liburan itu sendiri. Jadi, kita perlu memikirkan lebih mengenai waktu sebelum, yaitu fase antisipasi, dan waktu sesudah, yang menjadi memori," ungkap Dan Ariely, peneliti ekonomi perilaku dari Duke University, seperti dilansir dari Popular Science.

Artinya, kenangan yang kita ingat bukan hanya peristiwa yang menyenangkan, namun yang meninggalkan kesan khusus pada otak kita.

"Duduk di pantai sambil meminum Moscow mule selama seminggu mungkin bisa membuat rileks, tapi hal itu tidak membuat memori yang berkesan. Nantinya, memori mengenai hal tersebut akan tercampur dengan hal-hal lainnya," lanjut Ariely.

Maka dari itu, Ariely menjelaskan bahwa variasi memori adalah kunci mengapa suatu peristiwa dapat begitu berkesan dan terkenang dalam benak kita secara tidak sadar.

"Bahkan jika variasi kecil sekalipun, misalnya hari pertama main ski, hari selanjutnya snowboarding, dan hari berikutnya bermain seluncuran salju. Kita harus berpikir mengenai sesuatu yang memberikan informasi baru untuk jangka panjang, sehingga memori tersebut menjadi lebih intens," paparnya.

Dalam hal ini, memori berupa skill yang dipelajari dan dialami akan bertahan lebih lama dibandingkan sekedar peristiwa yang dapat berlalu begitu saja.

Baca juga: Kecemasan Bisa Tingkatkan Memori, tetapi Juga Bisa Mengganggunya

Dalam salah satu studi, peneliti mengamati dua kelompok uji yang melakukan proses kolonoskopi yang cukup menyakitkan. Kelompok pertama melakukan kolonoskopi seperti biasa, namun kelompok kedua diberikan prosedur medis tambahan yang kurang menyakitkan di akhir proses.

Hasilnya, banyak orang justru lebih memilih prosedur kedua dibanding prosedur pertama yang lebih singkat. Hal ini disebabkan karena memori lebih menganggap akhir suatu peristiwa lebih berkesan.

Fakta ini tentu tidak hanya terjadi pada kolonoskopi, tapi juga liburan. Akhir liburan pastinya akan lebih diingat dibanding liburan itu sendiri. Sayangnya, seringkali akhir liburan diwarnai dengan perjalanan yang panjang lagi membosankan.

"Anda meninggalkan dan membayar hotel, lalu naik pesawat dan mengangkat barang bawaan, kemudian pulang dan mengeluarkan pakaian kotor. Memang disayangkan bahwa liburan selalu berakhir seperti ini, namun begitulah adanya," turur Ariely.

Hal ini yang mendorong anda untuk mengingat waktu liburan yang telah anda habiskan menjadi lebih buruk dari kenyataannya. Kabar baiknya, anda juga dapat menata ulang memori anda.

Ariely menyarankan agar anda mengakhiri liburan secara simbolis kemudian hari.

Sebagai contoh, setelah mencuci pakaian kotor, anda dapat melakukan ‘liburan kecil’ tambahan. Liburan ini dapat berupa aktivitas seperti keliling kota, melihat kembali koleksi foto yang anda ambil saat liburan kemarin, atau kembali menyantap oleh-oleh yang anda bawa dari kota yang anda sempat singgahi.

Melalui aktivitas ini, secara tidak langsung akan terbentuk kesan positif mengenai liburan dalam alam bawah sadar anda, sehingga menciptakan memori baik yang dapat anda nikmati dalam jangka panjang.

Baca juga: Studi Ungkap Manfaat Liburan ke Alam Terbuka Saat Mudik bagi Anak

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X