Kenangan Tak Menyenangkan Saat Liburan Bisa Dimanipulasi, Ini Caranya

Kompas.com - 12/06/2019, 13:04 WIB
Ilustrasi memori Ilustrasi memori

Maka dari itu, Ariely menjelaskan bahwa variasi memori adalah kunci mengapa suatu peristiwa dapat begitu berkesan dan terkenang dalam benak kita secara tidak sadar.

"Bahkan jika variasi kecil sekalipun, misalnya hari pertama main ski, hari selanjutnya snowboarding, dan hari berikutnya bermain seluncuran salju. Kita harus berpikir mengenai sesuatu yang memberikan informasi baru untuk jangka panjang, sehingga memori tersebut menjadi lebih intens," paparnya.

Dalam hal ini, memori berupa skill yang dipelajari dan dialami akan bertahan lebih lama dibandingkan sekedar peristiwa yang dapat berlalu begitu saja.

Baca juga: Kecemasan Bisa Tingkatkan Memori, tetapi Juga Bisa Mengganggunya

Dalam salah satu studi, peneliti mengamati dua kelompok uji yang melakukan proses kolonoskopi yang cukup menyakitkan. Kelompok pertama melakukan kolonoskopi seperti biasa, namun kelompok kedua diberikan prosedur medis tambahan yang kurang menyakitkan di akhir proses.

Hasilnya, banyak orang justru lebih memilih prosedur kedua dibanding prosedur pertama yang lebih singkat. Hal ini disebabkan karena memori lebih menganggap akhir suatu peristiwa lebih berkesan.

Fakta ini tentu tidak hanya terjadi pada kolonoskopi, tapi juga liburan. Akhir liburan pastinya akan lebih diingat dibanding liburan itu sendiri. Sayangnya, seringkali akhir liburan diwarnai dengan perjalanan yang panjang lagi membosankan.

"Anda meninggalkan dan membayar hotel, lalu naik pesawat dan mengangkat barang bawaan, kemudian pulang dan mengeluarkan pakaian kotor. Memang disayangkan bahwa liburan selalu berakhir seperti ini, namun begitulah adanya," turur Ariely.

Hal ini yang mendorong anda untuk mengingat waktu liburan yang telah anda habiskan menjadi lebih buruk dari kenyataannya. Kabar baiknya, anda juga dapat menata ulang memori anda.

Ariely menyarankan agar anda mengakhiri liburan secara simbolis kemudian hari.

Sebagai contoh, setelah mencuci pakaian kotor, anda dapat melakukan ‘liburan kecil’ tambahan. Liburan ini dapat berupa aktivitas seperti keliling kota, melihat kembali koleksi foto yang anda ambil saat liburan kemarin, atau kembali menyantap oleh-oleh yang anda bawa dari kota yang anda sempat singgahi.

Melalui aktivitas ini, secara tidak langsung akan terbentuk kesan positif mengenai liburan dalam alam bawah sadar anda, sehingga menciptakan memori baik yang dapat anda nikmati dalam jangka panjang.

Baca juga: Studi Ungkap Manfaat Liburan ke Alam Terbuka Saat Mudik bagi Anak

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ternyata Sebelum Ada Oksigen, Makhluk Hidup di Bumi Menghirup Arsenik

Ternyata Sebelum Ada Oksigen, Makhluk Hidup di Bumi Menghirup Arsenik

Fenomena
Kematian Dokter Gigi akibat Covid-19 Meningkat, Begini Protokol Periksa Gigi

Kematian Dokter Gigi akibat Covid-19 Meningkat, Begini Protokol Periksa Gigi

Kita
BMKG Dukung Mekanisme Riset Potensi Tsunami ITB dan Kajian Sebelumnya

BMKG Dukung Mekanisme Riset Potensi Tsunami ITB dan Kajian Sebelumnya

Kita
BMKG: Hingga Besok, Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

BMKG: Hingga Besok, Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

Fenomena
Misteri Menghilangnya Virus Mematikan dari Cacar Zaman Viking sampai SARS

Misteri Menghilangnya Virus Mematikan dari Cacar Zaman Viking sampai SARS

Fenomena
Orang Tanpa Gejala dan Bergejala Covid-19 Memiliki Jumlah Virus Sama

Orang Tanpa Gejala dan Bergejala Covid-19 Memiliki Jumlah Virus Sama

Oh Begitu
Kematian Akibat Covid-19, Data Terbaru IDI Ungkap 228 Tenaga Kesehatan Meninggal Dunia

Kematian Akibat Covid-19, Data Terbaru IDI Ungkap 228 Tenaga Kesehatan Meninggal Dunia

Oh Begitu
Gumpalan Merah Misterius di Pantai Washington, Mungkinkah Gurita?

Gumpalan Merah Misterius di Pantai Washington, Mungkinkah Gurita?

Fenomena
BMKG: Potensi Tsunami 20 Meter untuk Dorong Mitigasi, Bukan Picu Kepanikan

BMKG: Potensi Tsunami 20 Meter untuk Dorong Mitigasi, Bukan Picu Kepanikan

Oh Begitu
Peneliti Ungkap Kromoson Y pada Pria Tak Hanya Mengatur Fungsi Seksual

Peneliti Ungkap Kromoson Y pada Pria Tak Hanya Mengatur Fungsi Seksual

Oh Begitu
Gurun Sahara Pernah Hijau, Bisakah Surga Itu Kembali Lagi?

Gurun Sahara Pernah Hijau, Bisakah Surga Itu Kembali Lagi?

Fenomena
Semprotan Hidung Bisa Hentikan Replikasi Virus Corona, Ilmuwan Jelaskan

Semprotan Hidung Bisa Hentikan Replikasi Virus Corona, Ilmuwan Jelaskan

Fenomena
Mengenaskan, Penguin Ditemukan Mati karena Telan Masker N95

Mengenaskan, Penguin Ditemukan Mati karena Telan Masker N95

Oh Begitu
Pandemi Covid-19, Simak 10 Tips Aman Bersepeda agar Tak Kena Corona

Pandemi Covid-19, Simak 10 Tips Aman Bersepeda agar Tak Kena Corona

Oh Begitu
Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali, Ini yang Harus Kita Lakukan

Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali, Ini yang Harus Kita Lakukan

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X