Kompas.com - 01/06/2019, 11:06 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.

Hasil tes di laboratorium menunjukkan jamur yang dimodifikasi genetikanya dapat membunuh nyamuk lebih cepat.

Langkah selanjutnya adalah menguji jamur itu semirip mungkin dengan kondisi di dunia nyata.

Maka dibuatlah desa tiruan seluas 603 meter persegi di Burkina Faso, lengkap dengan tanaman, gubuk-gubuk, sumber air, dan makanan untuk para nyamuk.

Desa tiruan itu lantas dilingkupi oleh jaring nyamuk setebal dua lapis untuk mencegah nyamuk lolos.

Spora-spora jamur lalu dicampur dengan minyak wijen dan dibalurkan ke kain-kain katun berwarna hitam.

Baca juga: Ahli Temukan Cara Bikin Nyamuk Malas Gigit Manusia

Nyamuk-nyamuk yang mendarat di kain itu langsung terpapar dengan jamur.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Awalnya, para peneliti bereksperimen dengan 1.500 ekor nyamuk.

Hasilnya, sebagaimana dipublikasikan dalam jurnal Science, jumlah nyamuk meningkat pesat ketika dibiarkan tanpa intervensi.

Namun, tatkala jamur penghasil racun laba-laba dimasukkan, hanya ada 13 nyamuk setelah 45 hari.

"Jamur yang genetikanya dimodifikasi dengan cepat merontokkan populasi nyamuk dalam dua generasi," kata Dr Brain Lovett, dari Universitas Maryland.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.