Kompas.com - 27/04/2019, 19:36 WIB

KOMPAS.com -  DEET yang merupakan singkatan dari N,N-Diethyl-meta-toluamide merupakan bahan aktif dari kebanyakan obat anti-nyamuk. Namun, meskipun ia telah ada sejak 1940-an, tidak banyak yang diketahui mengenai cara kerja DEET.

Kini, misteri itu mulai terungkap berkat para peneliti dari Princeton University yang rela mengorbankan tubuhnya sendiri untuk digigiti nyamuk.

Bersama dengan koleganya, mahasiswa PhD bidang neurosains di Rockefeller University Emily Dennis memublikasikan hasil temuan mereka dalam jurnal Current Biology.

Rupanya, nyamuk Aedes aegypti yang merupakan vektor penyakit demam berdarah dan Zika tidak merasakan DEET dengan mulut, melainkan kaki mereka.

Leslie Vosshall, pakar neurobiologi di Rockefeller University dan penulis senior studi berkata bahwa DEET telah diketahui bekerja dengan setidaknya dua cara, yaitu bau dan rasa.

Baca juga: Ahli Klaim Dentuman Musik Skrillex Bisa Hentikan Gigitan Nyamuk

Namun, untuk mengetahui secara pastinya, para peneliti harus menggunakan jenis nyamuk yang sudah dimodifikasi untuk tidak dapat mencium bau DEET bernama Orco. Nyamuk ini diciptakan oleh laboratorium Vosshall untuk penelitian sebelumnya.

Seperti diduga, nyamuk Orco yang tidak dapat mencium DEET langsung mendekat ke kulit yang sudah dilapisi DEET. Namun begitu mendarat, mereka langsung terbang lagi. Observasi ini menunjukkan bahwa nyamuk bisa merasakan DEET begitu bersentuhan, entah dengan mulut atau kaki.

Nah, untuk menentukan yang mana, Dennis pun menggunakan sarung tangan yang telah diberi lubang kecil. Lubang itu hanya cukup untuk mulut atau salah satu kaki nyamuk, tetapi tidak keduanya.

Menurut dugaan Dennis, jika nyamuk memang merasakan DEET dengan mulutnya, nyamuk tidak akan mau untuk menggigitnya. Namun, nyatanya dia masih digigit nyamuk dan itu artinya, nyamuk merasakan DEET dengan kakinya.

Baca juga: Belasan Ribu Orang Indonesia Sakit akibat Gigitan Nyamuk dan Anjing

Untuk menguji teori ini, Dennis pun melakukan eksperimen selanjutnya. Ia melapisi keenam kaki pada setiap nyamuk dengan sejenis lem yang akan mematikan indera perasa mereka.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber PHYSORG,NPR

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Fenomena
Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Oh Begitu
Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Oh Begitu
Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.