Alasan Mengapa Jin Aladdin Berwarna Biru, Menurut Sains

Kompas.com - 29/05/2019, 17:05 WIB
Karakter Genie yang diperankan Will Smith dalam film live-action Aladdin. BBC/Disney Enterprises Inc Karakter Genie yang diperankan Will Smith dalam film live-action Aladdin.

KOMPAS.com – Dalam dunia fantasi di film Aladdin, terdapat banyak hal magis yang mungkin hampir mustahil dan sulit dijelaskan oleh logika, seperti mengapa karpet ajaib bisa terbang atau mengapa putri Jasmine bisa memiliki harimau sebagai peliharaan.

Namun, ternyata ada satu hal yang tidak sepenuhnya irasional dan dapat dijelaskan secara ilmiah, yakni alasan mengapa karakter Genie, sang jin dari lampu ajaib dalam film tersebut, berwarna biru.

Tapi, sebelumnya kita perlu memahami mengapa warna bisa tampak berbeda saat kita lihat.

“Warna biru yang kita lihat sebenarnya hanyalah trik cahaya saja”, ujar Richard Prum, seorang ornitholog (ahli burung) dari Yale University, dilansir dari Science News for Students.

“Bagi saya, Genie tampak berwarna biru karena jin tersebut tidak terdiri dari material padat, atau seperti gas. Alasan yang sama juga menjelaskan mengapa langit nampak berwarna biru,” jelasnya.

Baca juga: Rahasia Alam Semesta: Kenapa Laut dan Langit Berwarna Biru?

Langit nampak berwarna biru akibat hamburan cahaya oleh partikel di atmosfer.

Cahaya bergerak dalam bentuk gelombang, dan kita mempersepsikan gelombang tersebut sebagai warna yang berbeda. Sebagai contoh, warna merah memiliki gelombang yang panjang, di mana tiap bukit gelombang meregang. Sebaliknya, warna biru memiliki gelombang yang pendek dan tiap bukit gelombang berdekatan satu sama lain.

 

Panjang gelombang cahaya tampak Panjang gelombang cahaya tampak

Cahaya Matahari terdiri dari berbagai panjang gelombang, yang jika digabungkan maka akan tampak sebagai warna putih. Saat cahaya tersebut memasuki atmosfer Bumi, gelombang cahaya menabrak molekul yang ada di udara, sehingga gelombang akan terurai dan terhambur ke berbagai arah.

Warna biru yang memiliki gelombang pendek akan menabrak lebih sering dan terhambur lebih banyak, sedangkan warna merah yang memiliki gelombang panjang lebih jarang terhambur. Inilah alasan mengapa langit berwarna biru.

Prum menjelaskan bahwa, jika Genie tersusun atas gas dan berukuran besar, maka molekul pada gas tersebut akan menghamburkan gelombang pendek dan menghasilkan warna biru yang dapat kita lihat.

Fenomena yang sama juga dijumpai pada warna bulu burung dan sayap kupu-kupu yang berwarna biru. Warna biru yang kita lihat pada keduanya bukanlah hasil dari pigmen warna, melainkan efek dari hamburan cahaya akibat interaksi cahaya Matahari dengan struktur khusus bulu dan sayap tersebut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X