Tak Cuma manusia, Simpanse Ini Juga Suka Ikut Campur Urusan Jodoh Anak

Kompas.com - 25/05/2019, 21:06 WIB
 Bonobo, spesies primata anggota genus simpanse, juga ikut campur urusan asmara anak mereka.
Newsweek Bonobo, spesies primata anggota genus simpanse, juga ikut campur urusan asmara anak mereka.

KOMPAS.com - Urusan jodoh ternyata tak hanya jadi persoalan manusia saja. Bonobo, spesies primata anggota genus simpanse yang sering dikenal sebagai simpanse kerdil, terbukti juga ikut campur urusan asmara anak mereka.

Hal ini terungkap melalui sebuah penelitian terhadap bonobo liar yang tinggal di Republik Demokratik Kongo. Peneliti kemudian membandingkan perilaku bonobo dengan simpanse yang hidup di Uganda, Pantai Gading, dan Tanzania.

Baca juga: Punya Gigi Unik, Spesies Kera Purba Baru Ditemukan di Indonesia

Ahli menemukan, induk bonobo selalu hidup berdampingan dengan anak mereka yang berkelamin jantan dan selalu mengurusi masalah kawin anaknya dengan berbagai cara. Salah satunya membantu mendekatkan anak mereka dengan betina yang sedang berovulasi.

Perilaku induk bonobo ini menarik. Pasalnya, hal ini tidak ditemukan pada kelompok simpanse manapun.

Induk bonobo juga diketahui sangat protektif dengan anak mereka. Hal itu terlihat ketika induk bonobo secara aktif mencegah pejantan lain yang berpotensi menganggu sesi kawin anak mereka.

Dengan tinggal berdekatan di sekitar anak, induk bonobo juga sekaligus mengamankan dan mempertahankan status.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Current Biology ini akhirnya membuka wawasan tentang bagaimana para induk mamalia ternyata membantu anak mereka untuk mencari pasangan.

Martin Surbeck, peneliti dari Max-Planck Institute for Evolutionary Anthropology, mengatakan jika temuan dalam studi ini penting karena menunjukkan kalau betina bisa memiliki pengaruh terhadap jumlah keturuan yang dihasilkan oleh sang anak.

"Kita tahu bahwa induk bonobo membantu anak jantan untuk mencapai peringkat dominasi tertinggi. Induk juga mempengaruhi tingkat kopulasi anak dan berfungsi sebagai paspor sosial bagi sang anak untuk menempati posisi sentral dalam suatu kelompok," kata Surbeck.

Baca juga: Beda dengan Manusia, Kera Ini Justru Suka Berteman dengan Pembuat Onar

Perilaku ini, menurut Surbeck, juga berimplikasi pada manusia. Alih-alih bereproduksi, karena keterbatasan fisik, manusia pun memilih untuk fokus terhadap keberhasilan beberapa anak dan juga cucu. Begitu juga yang terjadi pada bonobo.

Sementara itu, Zanna Clay, ahli primatologi di Durham University, yang telah mempelajari bonobo selama lebih dari 10 tahun mengatakan jika penelitian ini merupakan studi yang menarik. Meski begitu, ia menilai terdapat keterbatasan, di antaranya adalah kebenaran soal apakah induk benar-benar hadir ketika anaknya kawin.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X