NASA Gandeng 11 Perusahaan untuk Pendaratan Manusia di Bulan 2024

Kompas.com - 23/05/2019, 11:12 WIB
Pemandangan Bumi yang difoto dari permukaan Bulan dalam misi Apollo 8, 1968 Pemandangan Bumi yang difoto dari permukaan Bulan dalam misi Apollo 8, 1968


KOMPAS.com - Badan Antariksa AS ( NASA) akhirnya mengumumkan sebagian nama perusahaan yang akan terlibat dalam mewujudkan misi pendaratan manusia di bulan 2024 nanti.

Tujuh dari 11 perusahaan yang dipastikan terlibat dalam misi NASA antara lain Aerojet Rocketdyne, Boeing, Blue Origin, Lockheed Martin, Northrop Grumman, Sierra Nevada, dan SpaceX.

Merujuk Science Alert, Kamis (23/5/2019), 11 perusahaan terpilih itu akan melakukan riset dan mengkaji pendarat prototipe sembari melakukan pekerjaannya.

Untuk diketahui, misi pendaratan manusia di bulan ini diberi nama misi Artemis (saudari kembar Apollo dalam mitologi Yunani).

Baca juga: NASA Ajak Warga Dunia Terlibat Langkah Awal Perjalanan Manusia ke Mars

Karena waktu yang tersisa hanya lima tahun lagi, NASA dan 11 perusahaan terpilih memiliki setumpuk pekerjaan yang harus segera diselesaikan. Untuk itu, NASA pun membuat kontrak hingga batas waktu yang tidak ditentukan agar rencana berjalan lancar.

Kontrak ini memungkinkan perusahaan tetap bekerja, meski NASA masih melakukan negosiasi.

Inilah cara yang dianggap paling efisien agar misi kompleks berjalan sesuai rencana, di tengah tekanan waktu.

"Kami mengambil langkah besar untuk memulai pengembangan misi Artemis secepat mungkin, termasuk menggunakan opsi NextSTEP yang memungkinkan mitra kami tetap bekerja sementara kami masih bernegosiasi," kata Greg Chavers, manajer formulasi sistem pendaratan manusia di Marshall Space Flight Center NASA di Huntsville, Alabama.

"Kami ingin mengumpulkan umpan balik industri awal tentang persyaratan sistem pendaratan manusia kami, dan tindakan kontrak yang tidak ditentukan akan membantu kami melakukan itu."

Perusahaan-perusahaan ini tidak asing dengan NASA, jadi sepertinya ada sedikit kelonggaran dan fleksibilitas saat kedua belah pihak membuat perjanjian. NASA tampaknya percaya diri menguraikan tujuan keseluruhan dan menyerahkan desain kepada perusahaan sedari awal.

"Pendekatan baru ini tidak menentukan desain khusus atau sejumlah elemen untuk sistem pendaratan manusia," kata Chavers.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X