Polusi Plastik di Lautan Ancam Oksigen Dunia, Kok Bisa?

Kompas.com - 18/05/2019, 19:01 WIB
Seekor burung memakan ikan di antara sampah plastik di Danau Limboto, Gorontalo.KOMPAS.com/ROSYID AZHAR Seekor burung memakan ikan di antara sampah plastik di Danau Limboto, Gorontalo.

KOMPAS.com - Sebuah temuan baru menunjukkan bahwa polusi plastik di lautan mempengaruhi kadar oksigen di Bumi. Alasannya adalah plastik di lautan mengancam bakteri yang ada di lautan.

Untuk diketahui, sepuluh persen oksigen yang kita hirup ternyata juga berasal dari satu jenis bakteri yang hidup di lautan. Kabar buruknya, tes laboratorum menunjukkan kalau bakteri itu rentan terhadap polusi plastik.

Bakteri yang dimaksud adalah Prochlorococcus. Bakteri tersebut merupakan bakteri fotosintetik yang paling banyak ditemukan di lautan dan memiliki populasi global sekitar tiga oktiliun.

"Kami menemukan bahwa paparan bahan kimia dari pencemaran plastik menganggu pertumbuhan, fotosintesis, dan produksi oksigen, yang dihasilkan oleh bakteri Prochlorococcus," kata Dr. Sasha Tetu, peneliti dari Macquarie University dikutip dari Phys.org, Selasa (14/05/2019).

Baca juga: Kabar Buruk, Sampah Plastik Cemari Dasar Lautan Terdalam di Dunia

Setiap tahun polusi plastik diperkirakan menyebabkan lebih dari 13 miliar dollar AS atau setara dengan 188 triliun Rupiah (dalam kurs saat ini) kerusakan ekonomi pada ekosistem laut. Sayangnya, hal tersebut kemungkinan masih akan bertambah buruk.

Bahkan, pada 2050, diperkirakan polusi plastik akan mencemari ikan di seluruh lautan dunia.

" Polusi plastik ini dapat melarutkan berbagai aditif kimia ke dalam lingkungan laut. Sayangnya, ancaman yang ditimbulkan ini justru menerima perhatian yang relatif sedikit dibandingkan dengan dampak yang terlihat langsung seperti hewan-hewan yang terjerat atau menelan plastik," papar Dr. Lisa Moore, peneliti lain yang terlibat dalam penelitian.

Dalam studi ini, peneliti melihat jika bakteri Prochlorococcus sangat penting untuk jaring makanan laut. Selain itu itu, bakteri juga berkontribusi pada siklus karbon dan dianggap bertanggung jawab atas 10 persen dari total produksi oksigen secara global.

"Jadi satu dari setiap sepuluh oksigen yang Anda hirup adalah berkat bakteri-bakteri ini. Namun tidak ada yang menyadari bagaimana respons mereka terhadap polutan yang dihasilkan manusia," tambah Lisa.

Di laboratorium, tim peneliti mempelajari dua jenis Prochlorococcus yang ditemukan di antara produk plastik pada kedalaman berbeda.

Mereka menemukan paparan bahan kimia tersebut menganggu pertumbuhan dan fungsi bakteri tersebut termasuk jumlah oksigen yang dihasilkan serta gen mereka.

"Data kami menunjukkan bahwa polusi plastik mungkin memiliki dampak ekosistem yang lebih luas daripada yang diketahui sebelumnya pada organisme makro seperti kura-kura atau burung laut," kata Sasha.

"Jika benar-benar ingin memahami dampak penuh dari polusi plastik di lingkungan laut dan menemukan cara untuk mengatasinya, kita perlu melihat juga dampaknya terhadap mikroba, salah satunya mikroba fotosintetik," pungkasnya.

Baca juga: Kerangka Perangi Limbah Plastik Global Dikeluarkan PBB, Apa Isinya?



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X