Kabar Buruk, Sampah Plastik Cemari Dasar Lautan Terdalam di Dunia

Kompas.com - 14/05/2019, 18:02 WIB
Peluncuran kapal selam DSV DSV Limiting Factor di atas Palung Mariana. Peluncuran kapal selam DSV DSV Limiting Factor di atas Palung Mariana.

KOMPAS.com - Pada penyelaman terdalam yang pernah dilakukan manusia dengan kapal selam, seorang penjelajah Amerika Serikat melihat sesuatu di dasar laut yang membuatnya sangat resah: sampah.

Victor Vescovo, pensiunan perwira angkatan laut dan investor asal Texas, mengatakan dia melihat sampah ketika menyelam hampir 10.928 meter ke sebuah titik di Palung Mariana. Padahal, palung di Samudra Pasifik itu merupakan tempat terdalam di Bumi.

Vescovo juga melihat benda logam atau plastik, salah satunya dengan tulisan di atasnya.

"Sangat mengecewakan melihat kontaminasi manusia yang nyata di titik terdalam di lautan," katanya.

Baca juga: Sisa Radioaktif Bom Nuklir Ditemukan di Palung Terdalam Lautan

Menurut PBB, limbah plastik telah mencapai proporsi epidemi dengan sekitar 100 juta ton limbah sekarang ditemukan di lautan dunia.

Analisis sebelumnya tentang hewan laut dalam kecil di Palung Mariana menemukan kedalaman lautan mengandung tingkat polusi yang tinggi.

Spesies baru ditemukan

Sebenarnya, tujuan utama dari ekspedisi yang dijalani oleh Vescovo adalah mengumpulkan sampel biologis dan lautan. Demi tujuan tersebut, dalam tiga minggu terakhir, ekspedisi ini telah membuat empat penyelaman di Palung Mariana dengan kapal selam DSV Limiting Factor.

Menurut Five Deeps Expedition, tim peneliti mereka mengidentifikasi setidaknya tiga spesies hewan laut baru selama seri penyelaman, yang juga menyelam ke dasar lautan India, Selatan dan Atlantik.

Suatu jenis amphipoda ditemukan di dasar Challenger Deep, di Palung Mariana.

Di Palung Jawa, titik terdalam Samudra Hindia, para peneliti mengidentifikasi seekor binatang gelatin - yang dikenal sebagai sea squirt - yang menurut mereka tidak menyerupai apa pun yang terlihat sebelumnya.

"Jarang kita melihat sesuatu yang begitu luar biasa sehingga membuat kita tidak bisa berkata-kata," kata kepala peneliti ekspedisi Dr Alan Jamieson.

"Di antara banyak pengamatan langka dan unik lainnya, ascidean yang dikuntit itu adalah momen yang sangat penting," imbuhnya.

Pecahkan rekor

Vescovo adalah orang pertama yang melakukan banyak penyelaman hingga ke dasar Palung Mariana, di mana pada satu kesempatan dia menghabiskan empat jam di bawah air.

Penyelaman terakhirnya 16 meter lebih dalam dari penjelajahan terdalam di palung pada tahun 1960.

"Hampir tidak bisa dilukiskan betapa bersemangatnya kami semua untuk mencapai apa yang baru saja kami lakukan," kata Vescovo saat tiba di Guam setelah penyelaman selesai.

Baca juga: Rahasia Alam Semesta: Tak Seperti Peribahasa, Dalamnya Laut Sulit Diukur

"Kapal selam ini dan kapal induknya, bersama dengan tim ekspedisinya yang sangat berbakat, membawa teknologi kelautan ke tingkat baru yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan menyelam - dengan cepat dan berulang kali - ke daerah terdalam, yang paling keras di lautan," tambahnya.

Pembuat film Kanada James Cameron adalah yang terakhir mengunjungi pada tahun 2012 di kapal selamnya, mencapai kedalaman 10.908 meter.

Ekspedisi pertama ke Challenger Deep dilakukan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat pada tahun 1960.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X