Misteri Tubuh Manusia, Alasan Perempuan Berpayudara Besar Lebih Sering Sakit Punggung

Kompas.com - 10/05/2019, 11:02 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi


KOMPAS.com - Punya ukuran payudara di atas rata-rata tidak selamanya menyenangkan. Buktinya, beberapa  penelitian membuktikan bahwa perempuan dengan payudara besar sering mengalami sakit punggung.

Studi pertama tentang perempuan berpayudara besar dengan sakit punggung muncul di tahun 2008 dengan 30 responden berusia 18 sampai 30 tahun.

Studi itu menemukan, sekitar 80 persen perempuan salah memilih ukuran bra dengan 70 persen di antaranya memilih menggunakan bra yang terlalu kecil dan sisanya memilih bra yang kebesaran.

Pada perempuan yang memilih bra berukuran lebih kecil mengaku sering mengalami sakit punggung ketimbang perempuan yang memilih bra dengan ukuran pas.

Baca juga: Misteri Tubuh Manusia, Kenapa Beberapa Orang Punya Lesung Pipi?

Sejalan dengan penelitian tersebut, studi yang dilakukan tahun 2013 pada wanita pasamenopause menemukan bahwa wanita yang berpayudara besar cenderung mengeluh sakit di bagian punggung dan leher.

Mayoritas peserta dalam penelitian ini diketahui punya berat badan berlebih dan menggunakan bra yang ukurannya tidak sesuai.

Ukuran bra salah bisa jadi pemicu sakit punggung

Memang ada banyak hal yang mungkin menyebabkan punggung sakit pada perempuan dengan payudara besar.

Pada penelitian kedua, para ahli menyatakan bahwa perempuan dengan payudara besar mesti memiliki otot dada dan punggung yang kuat sehingga dapat menjaga postur tubuh.

Bila tidak memiliki otot yang tak begitu kuat, perempuan dengan payudara besar cenderung memiliki postur tubuh yang membungkuk ke depan untuk mengurangi rasa nyeri. Akhirnya, bentuk tulang belakang pun tidak normal dan menimbulkan rasa sakit pada punggung.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Oh Begitu
Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Fenomena
Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Fenomena
Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Oh Begitu
Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Fenomena
Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Oh Begitu
Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Fenomena
Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

Fenomena
Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Fenomena
WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

Kita
Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Oh Begitu
BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X