Kompas.com - 07/05/2019, 20:06 WIB
Ilustrasi erupsi gunung berapi dibarengi hujan asam Margaret WeinerIlustrasi erupsi gunung berapi dibarengi hujan asam

KOMPAS.com – Kita umumnya membayangkan kejatuhan meteor sebagai pemicu kepunahan massal di Bumi, sebagaimana yang terjadi pada Peristiwa Kepunahan Kapur-Paleogen yang  memusnahkan dinosaurus 65 juta tahun yang lalu.

Namun, penyebab kepunahan terbesar justru muncul dari dalam Bumi itu sendiri, bukan dari luar.

Terjadi sekitar 252 juta tahun lalu, peristiwa yang dikenal dengan nama populer "The Great Dying" itu begitu dramatis dan bertanggung jawab atas lenyapnya sekurang-kurangnya 95 persen makhluk hidup pada masa itu.

Namun, apa yang menyebabkan The Great Dying? Temuan para peneliti yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications akhirnya menjawabnya.

Baca juga: Terungkap, Penyebab Kepunahan Hewan Laut Terbesar di Bumi

Temuan para paleontolog dari University of Cincinnati dan China University of Geoscience melaporkan adanya peningkatan merkuri dalam jumlah tinggi pada catatan geologis beberapa situs yang tersebar di berbagai penjuru dunia.

Hal ini mengimplikasikan ada erupsi gunung berapi yang berdampak global pada masa tersebut.

“Aktivitas vulkanik, termasuk emisi gas dan pembakaran material organik, melontarkan merkuri dalam jumlah masif yang kemudian turun kembali menutupi lapisan permukaan Bumi,” terang Jun Shen, peneliti dari China University of Geoscience yang terlibat dalam penelitian ini dilansir dari Science Daily, Senin (15/4/2019).

Dikenal secara resmi sebagai Peristiwa Kepunahaan Perm-Trias, peristiwa ini membunuh sebagian besar kehidupan darat dan lautan, sehingga memberi jalan bagi dinosaurus untuk mendominasi keduanya untuk jutaan tahun berikutnya.

Letusan ini terjadi di sistem gunung berapi yang disebut Siberian Trap, yang berlokasi di Rusia Tengah. Letusan banyak terjadi bukan pada puncak kerucut gunung, melainkan pada celah patahan di permukaan tanah.

Aktivitas vulkanik ini memiliki frekuensi tinggi dan berlangsung selama ratusan hingga ribuan tahun.

Baca juga: 50 Tahun Lagi Kepunahan Massal Akan Dimulai, Manusia Penyebabnya

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa Talaud Hari Ini Sudah 9 Kali Susulan, BMKG Tegaskan Bukan Gempa Megathrust

Gempa Talaud Hari Ini Sudah 9 Kali Susulan, BMKG Tegaskan Bukan Gempa Megathrust

Fenomena
Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Fenomena
Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Oh Begitu
Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Oh Begitu
Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Oh Begitu
Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Kita
Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Fenomena
[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

Oh Begitu
Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Oh Begitu
Roket Falcon 9 SpaceX Berhasil Luncurkan 49 Satelit Internet Starlink ke Luar Angkasa

Roket Falcon 9 SpaceX Berhasil Luncurkan 49 Satelit Internet Starlink ke Luar Angkasa

Fenomena
Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Waspada Radius 5 KM dari Puncak

Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Waspada Radius 5 KM dari Puncak

Fenomena
Penyebab Kanker Limpa dan Faktor Risikonya

Penyebab Kanker Limpa dan Faktor Risikonya

Kita
Atom yang Mendapatkan atau Melepas Elektron untuk Pembentukan Ion

Atom yang Mendapatkan atau Melepas Elektron untuk Pembentukan Ion

Prof Cilik
Inti Sel: Pengertian, Fungsi, dan Bagian-bagiannya

Inti Sel: Pengertian, Fungsi, dan Bagian-bagiannya

Kita
Matahari akan Terbenam Lebih Lambat di Indonesia Akhir Januari 2022, Ada Apa?

Matahari akan Terbenam Lebih Lambat di Indonesia Akhir Januari 2022, Ada Apa?

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.