Menelusuri Hutan Batang Toru, Mencari Sosok Orangutan Tapanuli

Kompas.com - 07/05/2019, 19:30 WIB
Penampakan hutan Harangan Tapanuli yang merupakan bagian dari Ekosistem Batang Toru, Tapanuli. Penampakan hutan Harangan Tapanuli yang merupakan bagian dari Ekosistem Batang Toru, Tapanuli.

KOMPAS.com – Awal Mei, saya berkesempatan menjelajahi Hutan Batang Toru atau yang lebih dikenal dengan Harangan Tapanuli.

Bersama Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) dan Sumatran Orangutan Conservation Programme (SOCP), saya menjelajag=hi hutan itu selama 4 hari untuk berjumpa dengan kera besar terlangka: orangutan Tapanuli.

Perjalanan bermula dari Desa Es Kalangan II, Tapanuli Tengah, yang kami datangi dengan menggunakan mobil pick-up milik YEL dari kantornya di Kota Pandan, dengan menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam melewati jalanan yang belum beraspal dan berliku tajam.

Perjalanan berlanjut dengan berjalan kaki melewati perkebunan karet dan aren milik warga setempat di perbatasan hutan. Terdapat beberapa persawahan yang dikelilingi bukit kecil di sekitarnya.

Hutan Batang Toru adalah bentang hutan yang melintasi tiga kabupaten di Sumatera Utara, yakni Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.

Hutan ini memiliki curah hujan yang tinggi, sehingga jalur penelusuran yang perlu dilintasi sangat sulit untuk dilalui, terutama karena sifatnya yang basah, dipenuhi lumpur dan tanah liat.

Medan yang dilintasi juga terbilang terjal dan menanjak, meski bukan berupa gunung.

Kami sangat tertolong dengan keberadaan para porter perkasa yang bertugas untuk membawakan barang keluar-masuk hutan. Mereka sanggup membawa barang seberat 30 kg sambil berjalan menembus hutan dengan sangat cepat, sembari sesekali menenggak tuak yang mereka bawa dari desa tempat mereka tinggal.

Sepanjang perjalanan, saya sesekali berhenti untuk menghela napas, mengisi air minum di mata air terdekat, dan membersihkan sepatu boots karet dari lumpur yang menempel. Meski sebelumnya terbiasa memasuki hutan, namun medan ini saya kira membutuhkan stamina lebih dan persiapan fisik yang matang untuk ditaklukkan.

Baca juga: Orangutan Tapanuli Perlu Dilindungi, Mengapa?

Untungnya di dalam hutan terdapat spot yang cukup landai, yaitu spot penjaringan dan meranti, yang menjadi lokasi kami menghabiskan makan siang dan beristirahat sejenak.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X