Kompas.com - 07/05/2019, 13:51 WIB
Hoaks pesan berisi kurma yang mengandung virus corona yang ditularkan oleh kelelawar. Facebook: Zulfikri KualaHoaks pesan berisi kurma yang mengandung virus corona yang ditularkan oleh kelelawar.

KOMPAS.com - Sebuah pesan di Facebook heboh membicarakan kurma Timur Tengah yang mengandung virus corona.

Pesan itu mengimbau masyarakat untuk mencuci bersih kurma agar terhindar dari virus corona yang dibawa kelelawar.

Berikut isi pesan yang beredar:

"Assaalamualaikum wrwb. Untuk kawan-kawanku tersayang, atas anjuran para Dokter, Menteri Kesehatan di Timur Tengah, maka dikeluarkan peringatan kepada masyarakat muslim untuk mencuci kurma bersih-bersih sebelum dimakan karena tahun ini banyak kelelawar hidup di pohon kurma dan memakannya. Kelelawar-kelelawar ini membawa virus corona.

Cucilah bersih-bersih kurma dari negara manapun juga sebelum dimakan. Selamat berpuasa dan raihlah Berkah Ramadhan."

Baca juga: Viral Tes Kesehatan Mata Online, Dokter Sebut Tak Ada Dasar Ilmiahnya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berkaitan dengan kabar tersebut, ahli gizi komunitas dr Tan Shot Yen mengatakan bahwa kabar tersebut tidak benar.

"2017, Kemenkes Malaysia sudah meluruskan kabar hoax ini. Tapi sekarang kita menyebarnya lagi," ujar Tan kepada Kompas.com melalui pesan singkat.

Pernyataan Tan tersebut merujuk pada pemberitaan media NST dari Malaysia dengan judul "Pesan tentang Kurma dari Timur Tengah yang Tercemar Virus Corona Tidak Benar: Kementerian Kesehatan".

Direktur jendral Kementerian Kesehatan Datuk Dr Noor Hisham mengatakan, WHO tidak mengeluarkan peringatan terkait virus corona yang dibawa kelelawar.

Sementara itu merujuk pada laman resmi WHO yang terbit 24 April 2019, dikatakan infeksi virus corona Timur Tengah (MERS-CoV) adalah penyebab kematian keempat di kota Wadi Aldwasir.

Sepanjang Januari sampai April 2019, ada 61 kasus MERS-CoV, di mana sebagian besar disebabkan oleh kontak dengan unta.

Hal ini sesuai dengan yang dikatakan Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik (PTVz), dr Siti Nadia Tirmizi kepada Kompas.com, bahwa virus corona yang ditularkan ke manusia melalui kurma adalah hoaks.

Ilustrasi kurmaGaliyah Assan Ilustrasi kurma

"Kalau kelelawar merupakan vektor corona virus itu benar, tapi kalau berhubungan dengan kurma itu hoaks," ujar Siti.

Dr Siti mengungkapkan bahwa kelelawar menjadi reservoir (wadah) dan juga terinfeksi penyakit virus corona. Hal ini diketahui ketika mengisolasi virus yang ada pada kelelawar, salah satunya virus corona.

Menurut Siti, virus corona ini memiliki banyak bentuk, seperti Severe Acute Respiratory Syndrom (SARS) dan Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV).

Dua penyakit yang disebabkan oleh virus corona ini yang menyerang saluran pernafasan dengan cepat.

"Penyakit yang disebabkan virus MERS-CoV dan virus SARS bisa menular melalui udara, sehingga bisa dengan mudah menular ke banyak orang. Jadi, tidak menular melalui makanan seperti kurma," ujar dr Siti.

Selain itu, dr Siti juga mengungkapkan bahwa ada penyakit virus corona pada kelelawar dan virus corona pada manusia.

Namun, virus corona pada kelelawar tidak menyebabkan infeksi virus corona pada manusia.

Hingga saat ini belum ada bukti yang kuat bahwa manusia terinfeksi dari kelelawar yang mengandung virus corona.

Teori yang ada menyebutkan bahwa virus ini berpindah ke binatang lain seperti unta pada contoh kasus penyebaran virus MERS-CoV.

"Di Indonesia ada dua spesies kelelawar yang menjadi reservoir penyakit japanese encephalitis (JE), nipah virus, lyssa virus, dan hendra virus. Jadi belum ada bukti virus corona dari kelelawar menginfeksi manusia. Jenis bisa sama, tapi ini tidak menginfeksi manusia," ujar Siti.

Baca juga: Warna Apa yang Anda Lihat di Sepatu Ini, Abu-abu atau Pink?

Seperti yang dikatakan Noor Hisham dua tahun lalu, diharapkan masyarakat tidak mudah percaya dan ikut menyebarkan berita hoaks seperti ini.

"Masyarakat disarankan untuk tidak percaya pada berita yang tidak akurat yang dapat menyebabkan kebingungan dan kepanikan di masyarakat. Membagikan pesan palsu dapat menyebabkan kecemasan dan memengaruhi kesejahteraan publik," kata Noor Hisham saat itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber WHO
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.