Suka Minum Susu Sapi Mentah? Kenali Dulu Kandungan di Dalamnya

Kompas.com - 01/05/2019, 09:51 WIB
Peternak menuang susu sapi di peternakannya di Pangalengan, Bandung, Jawa Barat, Kamis (25/1/2018). KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Peternak menuang susu sapi di peternakannya di Pangalengan, Bandung, Jawa Barat, Kamis (25/1/2018).


KOMPAS.com - Sebagian bahan makanan memang lebih baik dikonsumsi dalam keadaan mentah dan segar, tapi apakah hal yang sama juga berlaku untuk susu sapi? Faktanya, minum susu sapi mentah masih menjadi perdebatan hingga kini.

Ada klaim yang menyatakan bahwa susu sapi mentah mengandung lebih banyak nutrisi dibandingkan susu hasil pasteurisasi. Padahal, proses pemerahan susu sapi tidak sepenuhnya aman dari kontaminasi bakteri dan kotoran.

Lantas, bolehkah minum susu sapi mentah?

Baca juga: Sebelum Tergiur Promo, Ketahui Dulu Jumlah Kalori dalam Donat

Susu sapi mentah merujuk kepada susu yang baru saja diperah dan belum melalui proses apa pun, alias masih murni. Pada dasarnya, susu sapi yang belum diperah bersifat steril dari bakteri maupun kotoran.

Namun, proses pemerahan memungkinkan susu terkontaminasi dengan bakteri dari kulit dan feses sapi, peralatan perah, tangan pemerah, serta tempat penyimpanan susu.

Susu murni tinggi akan kandungan nutrisi dan air serta memiliki tingkat keasaman yang netral. Kedua kondisi itulah yang membuat susu sapi mentah menjadi tempat yang ideal bagi bakteri untuk berkembang biak.

Bakteri berbahaya yang terdapat dalam susu sapi mentah di antaranya Salmonella, E.coli, Campylobacter, S. aureus, Yersinia enterocolitica, dan Listeria monocytogenes.

Bakteri-bakteri ini baru akan mati ketika susu dipanaskan dengan suhu tertentu. Metode paling umum yang digunakan untuk membunuh bakteri dalam susu mentah adalah pasteurisasi dan ultra-heat treatment (UHT).

Bahayanya minum susu mentah

Bakteri yang terdapat pada susu mentah dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Masalah yang paling umum adalah keracunan makanan. Gejala utamanya berupa mual dan muntah, diare, nyeri perut, demam, serta dehidrasi.

Sebagian besar orang yang mengalami keracunan makanan dapat pulih dengan cepat. Namun, keracunan makanan yang amat parah dapat mengakibatkan sindrom hemolitik uremik yang merusak ginjal, penyakit peradangan, hingga kematian.

Minum susu mentah lebih berisiko pada anak-anak, lansia, wanita hamil, dan orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.

Selain itu, susu sapi mentah juga mengandung bakteri Listeria yang dapat membahayakan kehamilan. Bakteri ini bisa menyebabkan penyakit pada janin, keguguran, hingga kematian bayi yang baru lahir.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X