Wabah Campak Menyebar, Puluhan Juta Anak di Dunia Belum Vaksin

Kompas.com - 27/04/2019, 18:33 WIB
Salah seorang Dokter melakukan imunisasi Campak MR kepada salah seorang siswa SDN 02 Sekupang, Batam KOMPAS.COM/ HADI MAULANASalah seorang Dokter melakukan imunisasi Campak MR kepada salah seorang siswa SDN 02 Sekupang, Batam


KOMPAS.com - Puluhan juta anak di seluruh dunia tidak mendapat vaksin campak dalam delapan tahun terakhir. Hal ini menyebabkan wabah penyakit secara global, menurut laporan terbaru Dana Anak-Anak PBB ( Unicef).

Laporan tersebut menunjukkan bahwa 169 juta anak tidak diberikan dosis pertama vaksin campak di antara 2010 dan 2017 atau setara dengan 21,1 juta anak per tahun.

Campak adalah penyakit yang sangat menular dan bisa menyebabkan masalah kesehatan serius – termasuk infeksi paru-paru dan otak – dan terkadang mematikan.

Para pakar kesehatan mengatakan anak-anak perlu diberi dua dosis vaksin demi melindungi mereka dari penyakit yang ditimbulkan virus tersebut.

Baca juga: Skandal Temuan Wakefield dan Dampaknya Bagi Kegagalan Vaksin Global

Menurut Unicef, campuran rasa puas diri, kesalahan informasi, skeptis tentang imunisasi, dan kekurangan akses menyebabkan tingkat vaksinasi yang tidak memadai di seluruh dunia.

Laporan Unicef menunjukkan inilah negara dengan angka anak belum divaksin pada 2010 sampai 2017:

  • Amerika Serikat memuncaki daftar jumlah anak yang tidak divaksin di negara berpenghasilan tinggi, dengan 2.593.000 tidak mendapatkan dosis pertama vaksin.
  • Angka yang sebanding untuk Perancis adalah 600.000.
  • Inggris ada di peringkat tiga, dengan 527.000 anak tidak mendapatkan dosis pertama vaksin mereka dalam periode tujuh tahun.
  • Di Nigeria, 4 juta anak di bawah satu tahun tidak mendapatkan dosis pertama vaksin

Menurut Unicef, angka anak yang tidak mendapat dosis kedua vaksin campak lebih mengkhawatirkan.

Unicef menemukan, 20 negara di sub-Sahara Afrika belum memberikan dosis kedua. Hal ini membuat lebih dari 17 juta bayi per tahun pada risiko lebih besar terkena campak di masa anak-anak.

Saatnya bertindak

"Virus campak akan selalu menemukan anak-anak yang tidak divaksinasi," ujar Henrietta Fore direktur eksekutif Unicef.

"Jika kita serius dalam menangkal penyebaran penyakit berbahaya yang bisa dicegah seperti campak, kita harus memvaksinasi semua anak di dunia, di negara kaya maupun miskin."

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X