Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/04/2019, 12:12 WIB

KOMPAS.com - Pusat perawatan kanker baru tengah dikembangkan di Sanur, Bali, dan rencananya akan mulai beroperasi pada 2020.

Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) kini tengah mengevaluasi alat radioterapi dan kemoterapi yang diajukan untuk dasar menentukan standar keamanan bangunan.

Kepala Dinas Provinsi Bali Ketut Suarjaya mengatakan, fasilitas yang dikembangkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bali Mandara itu dibuat untuk membantu RS Sanglah yang saat ini kewalahan menerima pasien kanker.

"Saat ini radiasi dan kemoterapi baru terfokus di Sanglah. Pasien harus antri, bahkan bisa setahun, untuk dapat radiasi. Kadang stadiumnya sudah lanjut atau tidak tertolong baru ketemu antriannya. Seringkali alatnya juga rusak," terangnya.

Baca juga: Anti-Obesitas Hingga Anti-Kanker, Ini Segudang Manfaat Makanan Pedas

Dirut RSUD Bali Mandara Gede Bagus Darmayasa mengatakan, pusat perawatan kanker di tempatnya akan menjadi yang tercanggih di Bali, didukung oleh alat radioterapi dan kemoterapi terbaru.

Fasilitas itu akan memiliki dua set fasilitas perawatan kanker. "Perkiraannya, kita bisa melayani 100 pasien per hari. Tapi kita akan bangun satu dulu sehingga untuk tahap awal 50 pasien per hari," katanya saat ditemui wartawan dalam kunjungan bersama Kementerian Kesehatan, Selasa (23/4/2019).

Gedung fasilitas itu akan terdiri dari tiga lantai. Lantai teratas akan dikembangkan menjadi pusat kedokteran nuklir yang memiliki tujuh ruang observasi.

"Jadi ke depan, pusat kanker ini bisa deteksi kanker tiroid. Ini kita targetkan siap tahun 2021," ungkap Gede.

Baca juga: Imunoterapi Manfaatkan Sel Imun untuk Melawan Kanker

Ketut menuturkan, pembangunan pusat kanker itu 100 persen menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah. Total dana yang dihabiskan untuk membangunnya sebesar Rp 200 miliar.

Merinci, Gede mengatakan, investasi terbesar adalah untuk gedung, yaitu Rp 54 miliar, dan fasilitas perawatan sebesar Rp 70 miliar.

Ketut menuturkan, agar perawatan kanker efektif, Bali sudah menyusun peraturan gubernur yang membuat pasien kanker dengan BPJS bisa langsung dirujuk ke pusat layanan yang punya kapasitas, tanpa peduli kelas rumah sakitnya.

Saat ini, persentase warga Bali yang menderita kanker sebesar 2,3 persen. Kasus kanker terbanyak adalah serviks, payudara, dan paru.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+