Kompas.com - 22/04/2019, 20:30 WIB
Bangkai hiu yang terdampar di pesisir pantai dengan bagian perut terkoyak. Hennie OttoBangkai hiu yang terdampar di pesisir pantai dengan bagian perut terkoyak.

KOMPAS.com – Hiu selama ini dikenal sebagai pemangsa ganas yang juga merupakan predator puncak di lautan, terutama hiu putih besar.

Namun, ternyata hiu putih besar juga dapat merasa takut akan keberadaan hewan lain, ungkap studi terbaru.

Tim dari Monterey Bay Aquarium menemukan bahwa hiu putih besar (Carcharodon carcharias) akan menjauh saat mereka mendeteksi kehadiran paus pembunuh (Orcinus orca).

“Saat terjadi konfrontasi dengan paus pembunuh, hiu putih akan seketika meninggalkan lokasi perburuannya dan tidak kembali lagi dalam jangka waktu satu tahun, meski paus hanya sekedar lewat," ujar Salvador Jorgensen, ahli ekologi kelautan dari Monterey Bay Aquarium, seperti yang dilansir dari Science Alert, Kamis (18/4/2019).

Baca juga: Tragis, Hiu Putih yang Hamil 14 Bayi Dibunuh dan Dijual Nelayan Taiwan

Studi dilakukan pada populasi hiu putih besar dan paus pembunuh di kawasan Greater Farallones National Marine Sanctuary, California, Amerika Serikat.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasarkan pengamatan dan analisis data, setiap kali tercatat kemunculan paus pembunuh di suatu kawasan, hiu akan melarikan diri dengan cepat dan tidak akan kembali ke lokasi tersebut hingga musim berikutnya, meski paus hanya menampakkan diri kurang dari satu jam.

Meski demikian, hiu tidak kabur begitu jauh, tetapi hanya bergeser ke kawasan pesisir sekitar untuk berburu gajah laut (Mirounga angustirostrous).

Namun terkadang, koloni hiu dapat dijumpai hingga ke tengah Samudra Pasifik. Hal ini menjadi kabar baik bagi populasi gajah laut setempat.

“Setelah paus pembunuh muncul, tidak tercatat penampakan hiu dan tidak ada gajah laut yang mati," papar Scot Anderson, peneliti lain yang terlibat dalam studi ini.

Baca juga: World Orca Day, Mengenal Paus Pembunuh, Si Predator Puncak di Samudera

Terdapat dua tipe paus pembunuh, yakni paus yang aktif berpindah dan paus yang menetap di lokasi tertentu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertolongan Pertama yang Benar untuk Pasien Henti Jantung

Pertolongan Pertama yang Benar untuk Pasien Henti Jantung

Oh Begitu
3 Dosis Vaksin Covid-19 Tingkatkan Kekebalan Penerima Transplantasi Organ, Studi Jelaskan

3 Dosis Vaksin Covid-19 Tingkatkan Kekebalan Penerima Transplantasi Organ, Studi Jelaskan

Fenomena
Robot Ini Diluncurkan untuk Selidiki Kehidupan Misterius Laut Dalam

Robot Ini Diluncurkan untuk Selidiki Kehidupan Misterius Laut Dalam

Fenomena
T-rex Remaja Disebut Jadi Penyebab Punahnya Dinosaurus Ukuran Sedang

T-rex Remaja Disebut Jadi Penyebab Punahnya Dinosaurus Ukuran Sedang

Fenomena
Banyak Anak Usia 0-18 Tahun di Indonesia Tertular Covid-19, Begini Saran IDAI

Banyak Anak Usia 0-18 Tahun di Indonesia Tertular Covid-19, Begini Saran IDAI

Oh Begitu
7 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Paru-paru, Bit hingga Tomat

7 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Paru-paru, Bit hingga Tomat

Oh Begitu
Efektivitas Vaksin Covid-19 Melawan Virus Corona Varian Delta

Efektivitas Vaksin Covid-19 Melawan Virus Corona Varian Delta

Oh Begitu
5 Hal Penting yang Harus Diketahui tentang Covid-19 pada Anak

5 Hal Penting yang Harus Diketahui tentang Covid-19 pada Anak

Kita
7 Makanan untuk Kesehatan Jantung, Ada Sayuran hingga Ikan

7 Makanan untuk Kesehatan Jantung, Ada Sayuran hingga Ikan

Oh Begitu
Peneliti Temukan Fosil Mamalia Darat Terbesar di Dunia, Seperti Apa?

Peneliti Temukan Fosil Mamalia Darat Terbesar di Dunia, Seperti Apa?

Oh Begitu
Kondisi Pandemi Covid-19 di Indonesia Mengkhawatirkan, Ini 5 Rekomendasi Organisasi Profesi Dokter

Kondisi Pandemi Covid-19 di Indonesia Mengkhawatirkan, Ini 5 Rekomendasi Organisasi Profesi Dokter

Oh Begitu
Waspada Potensi Gelombang Sangat Tinggi hingga 6 Meter di Perairan Jawa Timur

Waspada Potensi Gelombang Sangat Tinggi hingga 6 Meter di Perairan Jawa Timur

Oh Begitu
4 Hal yang Harus Dilakukan Saat Keluarga Isolasi Mandiri di Rumah

4 Hal yang Harus Dilakukan Saat Keluarga Isolasi Mandiri di Rumah

Kita
Ahli Jelaskan 5 Alasan Situasi Pandemi Covid-19 di Indonesia Saat Ini Mengkhawatirkan

Ahli Jelaskan 5 Alasan Situasi Pandemi Covid-19 di Indonesia Saat Ini Mengkhawatirkan

Oh Begitu
13 Gejala Covid-19 pada Anak, Demam hingga Nafsu Makan Turun

13 Gejala Covid-19 pada Anak, Demam hingga Nafsu Makan Turun

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X