Pemilu Hari Ini, Sudahkah Kita Mengambil Keputusan yang Tepat?

Kompas.com - 17/04/2019, 09:04 WIB
Ilustrasi pemilu. ShutterstockIlustrasi pemilu.

"Kualitas masalah yang ditemukan adalah cikal bakal mendapat solusi berkualitas," bunyi salah satu kutipan di buku To Sell Is Human.

Setelah mengenali masalah dan fokus mendapat informasi yang benar, hal yang harus dilakukan adalah berpikiran logis dan tidak terpengaruh pada emosi.

Para ilmuwan percaya, orang-orang yang lebih fokus dalam memahami masalah lebih sukses dalam hidup mereka.

Dengarkan firasat seperti sahabat

Selain memahami apa yang sedang dihadapi, sejumlah ahli menyebut suasana hati juga berpengaruh dalam mengambil keputusan. Menciptakan perasaan yang tenang akan membantu kita membuat keputusan tepat.

Seperti dijelaskan profesor Baba Shiv dari Universitas Stanford, pilihan dibuat tanpa melibatkan perasaan.

"Pada akhir 80-an sampai 90-an, ahli saraf mulai memberi bukti tentang sudut pandang berlawanan secara diametrik dengan teori pilihan rasional. Mereka membuktikan bahwa emosi sangat penting dalam membuat keputusan yang baik," kata Shiv.

Ini artinya, melibatkan perasaan akan mengarahkan kita membuat keputusan benar.

Profesor Timothy Wilson yang juga menulis buku berjudul Redirect: The Surprising New Science of Psychological Change, berkata perasaan dapat berbicara saat kita sedang membuat keputusan. Inilah saat kita memiliki firasat tertentu, entah firasat baik atau buruk.

Kenali diri sendiri

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X